Memimilh Indukan Unggul

Teknik dan Cara Budidaya Ikan Gurame, Panduan Lengkap!

Cara Budidaya Ikan Gurame | Ikan merupakan salah satu lauk favorit bagi warga Indonesia karena mengandung banyak protein hewani yang baik untuk tubuh. Karena konsumsi masyarakat yang tinggimembuat banyak pengusaha yang ingin memulai usaha budidaya ikan air tawar.

Salah satu jenis ikan air tawar yang banyak diminati untuk dibudidayakan adalah ikan gurame. Untuk kamu yang tertarik membudidayakan ikan gurame, berikut ini cara budidaya ikan gurame yang harus kamu perhatikan.

Budidaya Ikan Gurame
Budidaya Ikan Gurame

Cara Pembibitan Ikan Gurame

Cara budidaya ikan gurame yang pertama adalah dengan melakukan pembibitan. Pembibitan merupakan kegiatan memperbanyak ikan yang dibudidayakan melalui bibit awal untuk mendapatkan hasil ternak yang melimpah dan berkualitas.

Berikut ini hal-hal yang perlu kamu perhatikan dalam pembibitan ikan gurame:

1. Pemilihan Induk Gurame

Dalam pembibitan hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memilih induk untuk pemijahan. Ciri-ciri induk ikan gurame yang sudah matang dan bagus untuk dipijahkan diantaranya adalah perut membesar ke arah belakang, anus nampak putih kemerahan, jika diraba perut indukan akan terasa lembek.

2. Pemijahan Ikan Gurame

Memilih Indukan Unggul
Memilih Indukan Unggul

Setelah menemukan indukan yang bagus dan berkualitas, kemudian lakukan proses pemijahan atau perkawinan antara induk jantan dan betina. Berikut ini adalah cara memelihara ikan gurame pada proses pemijahan:

  • Masukkan induk gurame terpilih ke dalam kolam pemijahan
  • Perbandingan induk jantan dan induk betina yang dimasukkan ke dalam kolam adalah 1:3
  • Secara alami induk jantan akan membuat sarang yang dilakukan sekitar 15 hari
  • Setelah sarang jadi, induk jantan akan mengajak induk betina melakukan pemijahan di sarang tersebut
  • Kemudian induk betina akan menutupi sarang dengan ijuk atau daun kering
  • Induk betina akan menjaga telur hingga menetas di dalam sarang
  • Induk jantan akan membuat sarang lain dan selanjutnya melakukan pemijahan dengan betina lain.

3. Penanganan Telur Gurame

Telur Gurame
Telur Gurame

Setelah pemijahan, cara budidaya ikan gurame selanjutnya adalah penanganan telur gurame. Telur yang siap ditetaskan adalah yang memiliki bau amis dan terdapat minyak di atas sarang pemijahan.

Ambil telur yang sudah siap ditetaskanlalu pisahkan dari sarangnya, kemudian masukan ke dalam bak penetasan.

4. Pemeliharaan dan Penetasan Telur Gurame

Telur akan menetas diantara hari ke 2-3 setelah pemijahan. Usahakan air yang digunakan untuk tempat penetasan bersih dengan suhu sekitar 27-28 derajat celcius. Taruh telur ikan di bak penetasan selama 10 hari, dan pindahkan ke bak pendadaran di hari ke 11.

5. Pendadaran Ikan Gurame

Penanganan Bibit
Penanganan Bibit

Cara budidaya ikan gurame selanjutnya yaitu pendadaran, biarkan bibit ikan di bak pendadaran selama 14 hari. Setelah itu bisa dipindah ke kolam utama tempat pembesaran ikan.

Pembesaran Ikan Gurame

Pembesaran ikan gurame dilakukan di kolam utama dengan luas mengikuti jenis kolamnya. Jika menggunakan kolam tanah luas yang dianjurkan adalah 200 meter persegi dengan kedalaman sekitar 1 meter.

Berikut ini adalah cara beternak ikan gurame yang harus kamu perhatikan pada proses pembesaran ikan:

Pembesaran Gurame
Pembesaran Gurame

1. Perhitungan Ikan Gurame Berdasarkan Koefisien Konversi

Jika ikan yang kamu pelihara memiliki berat 200-250 gram per ekor dan ditebar dengan kepadatan bibit 1 hingga 2 kg per meter persegi.

Maka ketika masuk masa panen kolam pembesaran tidak akan mengalami kepadatan yang menyebabkan kerusakan pada ternak. Koefisien konversi berat memiliki fungsi untuk menghitung perbandingan kebutuhan pakan ikan juga.

2. Lokasi Budidaya Ikan Gurame Harus Mendukung

Cara budidaya ikan gurame yang benar juga harus memperhatikan pemilihan lokasi untuk mendukung pembesaran.

Lokasi harus memenuhi beberapa syarat berikut diantaranya suhu air diantara 24-30 derajat celcius, air harus bersih dan tidak tercemar, pH diantara 7-8, kandungan oksigen terlarut minimal 2 mg/L, dan ketinggian lokasi 50-400 meter di atas permukaan air laut.

Kondisi Kolam Budidaya Ikan Gurame

Kolam Ikan Gurame
Kolam Ikan Gurame

Dalam budidaya ikan gurame banyak jenis kolam yang bisa dijadikan media untuk budidayadiantaranya adalah kolam dari tanah dan kolam dari terpal.

1. Kolam dari Tanah

Jika anda memiliki lahan luas yang bisa digunakan untuk budidaya ikan gurame itu tidak masalah, karena kolam ikan gurame bisa juga terbuat dari tanah.

Berikut ini adalah cara budidaya ikan gurame yang harus diperhatikan jika menggunakan media tanah sebagai kolam:

  • Tekstur tanah harus berpasir dan tidak porous agar kolam bisa menampung massa air yang banyak dengan baik
  • Memiliki kemiringan tanah diantara 3-5% untuk memudahkan kamu melakukan pengairan secara gravitasi
  • Dalamnya kolam diantara 1 meter hingga 1,2 meter dengan sistem air mengalir yang baik untuk perkembangan ikan gurame

2. Kolam dari Terpal

Kolam ikan menggunakan terpal sekarang banyak dipilih karena memiliki cukup banyak keunggulan diantaranya adalah lebih praktis karena mudah dikeringkan dan dibersihkan, lebih tahan lama, lebih murah, hasil panen lebih bagus karena tidak berbau lumpur.

Kolam ini bisa menggunakan dinding tanah atau besi sesuai keinginan. Berikut ini beberapa hal penting dalambudidaya ikan gurame yang perlu diperhatikan ketika menggunakan media kolam dari terpal:

  • Jika luas kolam 4×6 m maka ukuran terpal 6x8m
  • Taburkan sekam padi di dasar kolam dengan ketebalan 10-15 cm
  • Isi air kolam 50-75 cm jika ketinggian kolam 1 meter atau 75-100 cm jika ketinggian kola 1,5 m

Pemberian Pakan Ikan Gurame

Pakan Gurame
Pakan Gurame

Cara memelihara ikan gurame selanjutnya yang harus diperhatikan adalah pemberian pakan. Ikan gurame merupakan jenis hewan omnivore yang juga bisa menjadi herbivore.

Ketika masih berbentuk larva makanan yang bagus untuk ikan gurame adalah cacing sutera, rotifer, dan infusaria. Setelah berumur beberapa hari bibit ikan gurame lebih suka dengan larva insekta, zooplankton, dan krustacea.

Ketika sudah berumur beberapa bulan pakan ikan gurame sudah bisa diganti dengan tumbuhan air lunak, daun talas, daun papaya, daun singkong, atau yang sejenisnya. Jika merasa kekurangan pakan, ikan biasanya akan memakan bahan organik yang terdapat di dasar air.

Kamu juga bisa menambahkan bahan pakan seperti dedak, ampas tahu, dan bungkil kedelai sesekali saja. Pakan bisa diberikan setiap hari sebanyak dua kali.

Cara Panen Ikan Gurame

Cara Panen Ikan Gurame
Cara Panen Ikan Gurame

Tahap yang ditunggu-tunggu dalam budidaya ikan gurame adalah tahap pemanenan. Pemanenan ikan gurame tergantung dari permintaan konsumen, atau ketika ikan sudah berumur sekitar 10-12 bulan dengan bobot 0,8-1 kg.

Berikut ini adalah cara budidaya ikan gurame yang harus diperhatikan ketika memanen ikan:

  1. Penangkapan baiknya dilakukan di pagi atau sore hari untuk meminimalkan kemungkinan ikan mengalami stress.
  2. Surutkan air di dalam kolam secara pelan-pelan dan usahakan ikan tidak terluka ketika kamu tangkap
  3. Setelah ikan tertangkap segera masukkan ke dalam wadah dan ikan siap untuk dipasarkan

Itulah teknik dan cara budidaya ikan gurame yang benar dan mudah untuk kamu ikuti. Dengan memperhatikan teknik dan cara budidaya yang benar akan meningkatkan kemungkinan keberhasilan panen.

Leave a Reply