Seleksi Kualitas

Cara Budidaya Sidat dan Hal-hal yang Harus Diperhatikan

Budidaya Sidat | Sidat merupakan salah satu jenis ikan yang menguntungkan untuk dibudidayakan, karena permintaan ekspor dan harganya yang  tinggi.

Namun jenis ikan yang memiliki tubuh licin ini belum banyak dibudidayakan khususnya di Indonesia. Alasan masih rendahnya tingkat budidaya sidat di Indonesia adalah karena modal yang dikeluarkan untuk budidaya cukup besar.

Budidaya Sidat
Budidaya Sidat

Meskipun memiliki modal yang lebih besar, namun keuntungan yang dihasilkanpun jauh lebih tinggi jika dibandingkan komoditi ikan air tawar lain.

Untuk Anda yang berminat menjadi salah satu pembudidaya ikan sidat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar budidaya menguntungkan.

Beberapa Hal yang Harus Anda Perhatikan Dalam Budidaya Sidat

Ternak Sidat
Ternak Sidat

Komoditi ikan sidat di Indonesia sudah di ekspor hingga keluar negeri seperti ke Hongkong, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan China. Oleh karena itu budidaya sidat bisa sangat menguntungkan jika Anda tekuni.

Sidat dijadikan bahan baku berbagai olahana makanan tertentu dari negara-negara Asia Timur tersebut, di Indonesia permintaan akan ikan jenis ini juga besar. Untuk Anda yang tertarik dengan usaha ini, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan agar budidaya menguntungkan:

1. Kebutuhan Nutrisi dan Pakan

Nutrisi dan Pakan
Nutrisi dan Pakan

Dalam budidaya sidat pemenuhan kebutuhan nutrisi dan pakan sangat berpengaruh pada tingkat keberhasilan panen.

Ikan ini membutuhkan nutrisi berupa protein, karbohidrat, vitamin, mineral, dan lemak. 60 – 70% dari modal yang dikeluarkan untuk melakukan budidaya ikan sidat terletak pada pemberian pakan.

Semakin baik nutrisi yang diterima ikan maka akan semakin berkualitas panen yang didapatkan sehingga nilai jualnya akan semakin tinggi. Pakan yang diberikan harus memenuhi 45% protein, 15-18% karbohidrat, 20-21% lemak, dan sisanya adalah air dan mineral.

Berikan pakan di pagi hari sebanyak 40% dan sore hari sebanyak 60%. Banyak pakan yaitu sekitar 3% sampai 4% dari berat biomassa.

2. Suhu dari Kolam Budidaya

Suhu Kolam
Suhu Kolam

Suhu yang bagus dari kolam budidaya sidat adalah 28 hingga 30 derajat celcius. Kolam sidat tidak bagus jika dibangun di lapangan yang terkena panas matahari langsung. Usahakan kolam yang Anda buat berada di lokasi yang cukup teduh agar kualitas sidat terjaga.

Suhu yang terlalu panas atau dingin memengaruhi tingkat kematiansidat. Selain itu suhu yang tidak sesuai juga menyebabkan sidat tidak nafsu makan sehingga banyak penyakit yang mungkin akan menyerang.

Untuk menjaga suhu di kolam tetap stabil, Anda bisa menanam tumbuhan eceng gondok dan taburkan sekam padi pada bagian dasar kolam.

3. Tingkat pH dari Air Kolam Budidaya

Kondisi Air Kolam
Kondisi Air Kolam

Selain suhu, tingkat pH air dari kolam budidaya sidat juga berpengaruh terhadap keberhasilan panen Anda nantinya. Air yang memiliki tingkat pH sebesar 7 hingga 8 adalah yang terbaik untuk menjaga kualitas ikan sidat di dalamnya.

Cara mengukur tingkat pH dari suatu air dapat menggunakan kertas yang bernama kertas lakmus. Masukkan kertas lakmu ke dalam air kolam hingga air meresap ke bagian kertas, kemudian perhatikan perubahan warna yang terjadi pada kertas tersebut.

Jika warna kertas menjadi merah maka itu berarti pH air terlalu asam, sedangkan jika berubah menjadi hijau berarti air terlalu basa. Warna yang baik untuk ikan sidat adalah jika berubah menjadi kuning yang artinya tingkat pH dari air adalah netral.

4. Kuantitas Air Kolam

Kuantitas Air
Kuantitas Air

Kuantitas air berupa debit air dari kolam yang akan digunakan sebagai lokasi budidaya juga harus Anda perhatikan. Usahakan air yang digunakan mencukupi untuk budidaya sidat, jangan menggunakan air yang terlalu sedikit karena dapat menghambat proses perkembangan sidat.

Kuantitas air yang baik dan kualitas air yang bagus akan membantu sidat menyerap dan memproses makanan dengan baik. Hal tersebut tentu saja menguntungkan karena jika nutrisi sidat terpenuhi akan menghasilkan panen yang baik karena laju pertumbuhan optimal.

Baca juga : Cara Membuat Kolam Ikan Untuk Petani Pemula

5. Kandungan Oksigen dari Kolam Budidaya

Kandungan Oksigen Dalam Kolam
Kandungan Oksigen Dalam Kolam

Kandungan oksigen dari kolam budidaya berpengaruh pada proses penyerapan pakan dan nutrisi yang diberikan pada sidat. Air yang memiliki kandungan oksigen sedikit akan menimbulkan bau yang tidak sedap sehingga menyebabkan sidat tidak nafsu makan.

Kandungan oksigen yang bagus dari kolam budidaya sidat adalah sebesar 1 hingga 2,5 ppm. Kandungan tersebut dipengaruhi oleh berbagai hal seperti tekanan air, suhu kolam, dan tingkat kemurnian air dari kolam. Tingkat salinitas yang baik 1-3 ppt, sedangkan alkalinitas 40-70 ppm.

6. Pengendalian Penyakit

Pengendalian Penyakit
Pengendalian Penyakit

Penyakit merupakan salah satu hal yang menghambat proses budidaya segala macam ternak, termasuk dengan budidaya sidat. Sidat yang terserang penyakit bisa mengakibatkan penurunan kualitas sehingga harga jual menjadi rendah.

Bahkan bisa menyebabkan kematian yang mengakibatkan gagal panen. Anda harus melakukan pengendalian penyakit dengan baik agar panen sidat berhasil dan berkualitas.

Cara pengendalian penyakit yang bisa Anda lakukan adalah dengan menjaga kebersihan kolam budidaya. Selain itu Anda juga bisa memberikan pakan tambahan berupa probiotik.

Sidat merupakan jenis ikan yang cukup kebal terhadap penyakit jika Anda merawatnya dengan baik meskipun tanpa probiotik.

7. Pengamatan Bobot dan Seleksi

Seleksi Kualitas
Seleksi Kualitas

Seleksi atau yang juga dikenal dengan istilah gading bertujuan agar sidat yang dihasilkan memiliki bobot yang seragam. Panen sidat dengan bobot seragam harganya akan lebih mahal dibandingkan bobot yang tidak seragam.

Cara melakukan seleksi yaitu dengan mengurangi volume air kolam hingga 30%. Lakukan seleksi tiap 15 hari sekali agar menghasilkan panen yang optimal.

Selain melakukan seleksi Anda juga harus melakukan pengamatan bobot dengan cara mengambil sampel sebanyak 5% sidat di kolam dan lakukan penimbangan. Hal tersebut bertujuan untuk melihat perkembangan dari sidat yang Anda budidayakan.

Jika bobot sidat dirasa kurang dari yang telah ditentukan Anda bisa mengejar ketinggalan bobot tersebut pada pengamatan bobot selanjutnya. Lakukan pengamatan tiap satu minggu sekali agar mendapatkan hasil yang maksimal.

8. Proses Panen Sidat

Panen Sidat
Panen Sidat

Hal yang paling ditunggu-tunggu dalam budidaya sidat adalah proses pemanenan. Sidat yang sudah siap dipanen yaitu yang berumur 7 bulan hingga 8 bulan dengan bobot 180gr hingga 200gr per ekornya.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam memanen sidat agar berkualitas, diantaranya yaitu:

  • Jangan memberi pakan sidat sehari sebelum dipanen agar merasa lapar, sehingga ketika diberi pakan sesaat sebelum dipanen sidat akan makan hingga kekenyangan. Jika ikan sedang makan dan kekenyangan adalah waktu dimanasidat mudah untuk ditangkap sehingga Anda tidak akan kerepotan.
  • Keringkan kolam secara perlahan dan giring sidat menuju bak penampungan.
  • Pisahkan sidat sesuai dengan bobot dan ukurannya.
  • Taruh di dalam bak penampung yang berisi sedikit air.
  • Tambahkan aerator dalam bak penampungan tersebut.

Itulah beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika melakukan budidaya sidat agar menghasilkan panen yang maksimal dan berkualitas.

Dengan memperhatikan hal di atas Anda akan mendapatkan peluang keberhasilan panen yang lebih besar. Semoga informasi di atas berguna untuk Anda yang ingin memulai bisnis budidaya ikan sidat.

Leave a Reply