Langkah Mudah Budidaya Selada Hidroponik Bagi Pemula Dengan Sistem Sumbu

Budidaya Selada Hidroponik | Selada merupakan tanaman yang tumbuh di daerah dataran tinggi atau pegunungan yang memiliki hawa dingin. Namun demikian, bukan berarti bahwa tumbuhan sayur ini tidak bisa ditanam di daerah dataran rendah.

Tanaman selada dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah sekalipun, bahkan dengan menggunakan sistem hidroponik. Adapun kualitas yang dihasilkan selada hidroponik tidak kalah baiknya dengan selada yang ditanam dengan media tanah.

Biasanya, sayuran hijau ini menjadi pelengkap makanan sandwich atau burger dan lalapan.

Langkah Mudah Budidaya Selada Hidroponik Sistem Sumbu

Jika menurut sebagian orang bahwa budidaya selada tidak memungkinkan karena terbentur suhu panas suatu daerah, kini Anda dapat mencobanya dengan hidroponik sistem sumbu.

Anda bisa menggunakan media tanam arang sekam dan menanamnya di kotak berbahan sterofoam. Langkah-langkahnya antara lain, sebagai berikut:

1. Persiapan Semua Bahan Untuk Menanam Selada Hidroponik

Alat dan Bahan Menanam Selada Hidroponik
Alat dan Bahan Menanam Selada Hidroponik

Untuk memulai budidaya selada dengan hidroponik sistem sumbu, Anda perlu mempersiapkan niat dan kemauan untuk mencoba serta menyediakan keperluan yang dibutuhkan. Bahan–bahan yang dibutuhkan, seperti:

  • Benih Selada

Siapkan benih selada yang akan Anda tanam sesuai kebutuhan dan pilih yang kualitasnya bagus.

  • Media Tanam

Media tanam yang dapat digunakan untuk sistem hidroponik misalnya: arang sekam, cocopeat dan rockwoll.

  • Nutrisi Tanaman

Karena selada merupakan golongan tanaman sayur, maka Anda dapat menggunakan nutrisi a + nutrisi b sebagai nutrisi sayuran daun.

  • Sumbu

Dalam budidaya selada hidroponik, fungsi sumbu yaitu menaikkan nutrisi tanaman dari tandon ke media tanam. Sumbu yang tepat digunakan dalam sistem hidroponik adalah kain flanel,

  • Wadah Tanaman

Anda dapat menggunakan pot sesuai selera, misalnya net pot atau cup plastik bekas.

  • Tandon

Tandon merupakan wadah yang digunakan untuk menampung nutrisi tanaman. Bahannya bisa dari sterofoam, plastik, kaleng atau botol.

  • Air

Jenis air yang terbaik untuk budidaya selada hidroponik adalah air sumur karena ppm-nya tidak lebih dari 150. Namun apabila tidak ada air sumur, Anda dapat menggunakan air PAM yang sudah diendapkan selama 1 minggu.

  • EC Meter

EC meter atau disebut juga TDS adalah alat yang digunakan untuk mengukur kepekaan (ppm) nutrisi tanaman hidroponik.

Pembenihan Selada Hidroponik Berkualitas

Faktor utama kesuksesan dalam bertanam adalah menggunakan benih yang berkualitas baik. Suhu daerah tertentu juga memberikan pengaruh tersendiri. Oleh karena itu, apabila Anda tinggal di dataran tinggi, gunakanlah benih selada yang mendukung terhadap suhu dingin. Sebaliknya, jika Anda tinggal di daerah dataran rendah maka gunakanlah benih selada yang mendukung terhadap cuaca panas.

Pembenihan Selada
Sumber : hidroponikpedia.com

Di bawah ini merupakan contoh benih selada yang bisa digunakan di dataran tinggi dan dataran rendah:

  • Lettuce Red Romaine, untuk daerah dataran rendah, menengah dan tinggi.
  • Iceberg, untuk daerah dataran rendah, menengah dan tinggi
  • Kriebo,untuk daerah dataran rendah dan menengah
  • Geand Rapids, untuk daerah dataran rendah, menengah dan tinggi

Untuk mempersiapkan benih selada hidroponik siap tanam, langkah awal yang perlu Anda lakukan adalah, semai terlebih dulu bibit selada yang akan dipakai, caranya masukkan benih pada wadah seperti polybag, mangkuk, atau kotak plastik.

Masukan media semai di wadah berbeda, misalnya Anda memakai arang sekam, makam masukkan arang sekam pada polybag atau kotak plastik. Basahi media semai hingga benar-benar basah, kemudian tanam benih satu persatu sampai 3 – 4 hari dan berkecambah.

Di usia benih 25 – 30 hari setelah disemai, bibit selada sudah bisa dipindah tanam.

3. Penanaman Benih Selada Ke Media Tanam

Penanaman Benih Selada Ke Media Tanam
Penanaman Benih Selada Ke Media Tanam

Budidaya selada hidroponik merupakan pilihan yang tepat bagi Anda hanya memiliki sedikit lahan. Pemeliharaan yang mudah dan hasil panennya  juga lebih higienis dibandingkan dengan sistem tanam media tanah. Berikut ini adalah langkah–langkah budidaya selada dengan hidroponik sistem sumbu:

  • Siapkan tandon, pot, larutan nutrisi tanaman, kain flanel dan media tanam.
  • Kain flanel dipasang pada pot, sesuaikan panjangnya dengan kedalaman tandon, hingga kain flanel mencapai dasar tandon.
  • Ambil benih selada yang sudah disemai, lakukan dengan hati-hati karena benih ini memiliki ekor kecambah yang sangat halus dan mudah putus.
  • Masukkan bibit selada ke dalam pot dan timbun dengan media tanam hingga penuh.
  • Buat larutan air dan nutrisi tanaman dengan dosis yang rendah.
  • Letakkan pot berisi bibit selada pada tandon.
  • Letakkan selada hidroponikyang sudah ditanam pada tempat yang teduh tanpa paparan sinar matahari langsung, selama 2 – 3 hari untuk beradaptasi.
  • Setelah 3 hari, perkenalkan tanaman selada dengan sinar matahari secara bertahap

4. Pengaturan Jarak Tanam

Pengaturan Jarak Tanam Selada Hidroponik
Pengaturan Jarak Tanam

Jarak tanam selada hidroponik perlu diatur sedemikian rupa untuk mendapatkan hasil yang maskimal. Jarak tersebut diperkirakan seperti sebagai berikut :

Jarak tanam kurang lebih 25 cm x 25 cm. Jika tandon yang Anda gunakan adalah kotak sterofoam dengan ukuran 40 cm x 40 cm, maka setiap 1 kotak sterofoam bisa menampung 6 lobang tanam atau 6 pot dengan jarak 20 cm x 20 cm.

5. Dosis Larutan Nutrisi Tanaman yang Di Butuhkan

Perlu diketahui, pemberian dosis larutan nutrisi tidak bisa di berikan asal-asalan. Untuk mendapatkan hasil maksimal ikuti langkah-langkah berikut :

  • Di awal mulai tanam selada (usia tanaman 1 – 7 hari), dosis nutrisi yang dibutuhkan merupakan dosis rendah, yaitu 500 ppm atau setara dengan 2,5 ml nutrisi A + 2,5 nutrisi B = 1 liter air.
  • Usia selada 8 – 14 hari, dosis nutrisi mulai dinaikkan menjadi 700 ppm atau setara dengan 3,5 ml nutrisi A + 3,5 nutrisi B = 1 liter air.
  • Usia selada 15 – 21 hari, dosis nutrisi dinaikkan lagi menjadi 900 ppm atau setara dengan 4,5 ml nutrisi A + 4,5 nutrisi B = 1 liter air.
  • Usia selada 22 hari – panen, dosis nutrisi sama dengan usia selada di minggu sebelumnya yaitu 4,5 ml nutrisi A + 4,5 nutrisi B = 1 liter air.

6. Pemeliharaan Selada Hidroponik Agar Tumbuh Sempurna

Pemeliharaan Selada Hidroponik
Pemeliharaan Selada Hidroponik

Setelah selada hidroponik selesai ditanam, langkah yang terpenting selanjutnya adalah melakukan pemeliharaan yang tepat. Meski tergolong tidak sulit, namun langkah ini tidak bisa diabaikan. Yang utama yakni tanaman selada harus terkena paparan sinar matahari yang cukup dan memberikan nutrisi sesuai kebutuhan tanaman.

Jika Anda menanam selada hanya sekedar menyalurkan hobi berkebun saja, pengendalian hama dapat dilakukan secara manual. Namun, jika tidak memungkinkan, Anda bisa melakukan penyemprotan hama dengan pestisida.

7. Masa Panen Selada Hidroponik

Hasil Panen Selada Hidroponik
Hasil Panen Selada Hidroponik

Keuntungan lain budidaya selada hidroponik adalah umur panennya yang lebih singkat dibandingkan budidaya selada dengan media tanah. Hal ini terlihat dari umumnya masa panen tanaman selada yang tumbuh di lahan terbuka adalah 2 – 3 bulan setelah semai, sedangkan dengan hidroponik sistem sumbu ini, selada dengan usia 5 – 6 minggu sudah siap untuk dipetik dan dikonsumsi.

Proses panen selada yang baik adalah memetik daun bagian luarnya saja. Hal ini bertujuan supaya daun dalam tidak memerlukan waktu lama untuk menggantikan daun luar yang sudah dipetik. Hindari melakukan panen secara massal agar tidak mengalami over produksi.

Setelah mengetahui langkah-langkah budidaya selada hidroponik di atas, bagaimana menurut Anda? Mudah bukan? Menanam dengan hidroponik sistem  sumbu memang sangat mudah, bahkan untuk para pemula sekalipun.

Leave a Reply