Penyemprotan Pupuk

Cara Menanam Cabe Rawit yang Benar Agar Panen Berhasil

Cara Menanam Cabe Rawit | Cabe Rawit merupakan jenis tanaman yang populer dibudidayakan, khususnya di tempat beriklim tropis seperti Indonesia. Apalagi cabe rawit termasuk salah satu makanan yang banyak dikonsumsi khususnya masyarakat Indonesia yang sangat menyukai cita rasa pedas dari cabe rawit.

Sayangnya, saat iklim tidak mendukung, sementara permintaan cabe rawit tidak meningkat, masyarakat kerap sulit mendapatkan cabe rawit. Jika sudah seperti ini, penting sekali mengetahui cara menanam cabe rawit agar tidak harus mengandalkan pasar.

Cabe Rawit
Cabe Rawit

Panduan Cara Menanam Cabe Rawit

Dibandingkan cabe merah, cabe rawit memiliki tingkat kepedasan yang lebih tinggi. Cabe rawit juga tahan hama dan penyakit bahkan usia produktifnya lebih panjang.

Jika cabe rawit dibudidayakan dengan benar, produksinya bisa berjalan hingga 3 tahun. Menarik bukan? Dengan begitu, budidaya cabe rawit tidak hanya untuk memenuhi konsumsi saja tapi juga menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Tidak perlu berlama-lama, langsung saja simak cara menanam cabe rawit berikut.

Cara Menanam Cabe Rawit
Cara Menanam Cabe Rawit

Cara Menanam Cabe Rawit Dari Awal Hingga Panen

Sejatinya cabe rawit sangat mudah beradaptasi di lingkungan mana pun ia ditanam. Namun produksinya akan lebih optimal saat dibudidayakan di dataran rendah, tepatnya di ketinggian 0-500 mdpl. Di bawah ini adalah tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam menanam cabe rawit.

1. Mempersiapkan Lahan

Lahan Tanam Cabe
Lahan Tanam Cabe

Mempersiapkan lahan adalah cara menanam cabe rawit yang pertama harus dilakukan. Adapun lahan yang tepat untuk budidaya cabe rawit adalah lahan yang belum pernah ditanami cabe.

Sekalipun pernah, setidaknya lahan tersebut steril dari cabe selama 6 bulan. Pertama sekali, bersihkan lahan dari rumput dan sisa-sisa tanaman kemudian gemburkan.

Untuk menghindari genangan air saat hujan, buatlah bedengan dengan lebar 90 cm – 100 cm dan jarak antar bedengan 60 cm – 70 cm.

Selanjutnya taburkan pupuk dasar di atas lahan, bisa menggunakan pupuk kandang, ZA, KCL, dan TSP. Pupuk dasar ini harus ditaburkan sekitar 15 hari sebelum penanaman.

Jika pH tanah berada di bawah 6.5, pastikan Anda menaburkan pupuk dolomit. Adapun cabe rawit dapat ditanam dengan menggunakan mulsa ataupun tanpa mulsa.

2. Mempersiapkan Benih

Menyemai Benih
Menyemai Benih

Cara menanam cabe rawit yang berikutnya adalah dengan mempersiapkan benih yang tepat. Dari pohon cabe yang sehat, pilihlah cabe yang matang sempurna.

Kemudian lakukan penyemaian benih dengan 2 cara, bisa menggunakan polybag ataupun tebar bedeng. Untuk benih yang baru dibuat, Anda bisa langsung menyemainya.

Sementara untuk benih yang sudah dibiarkan lama, Anda harus merendamnya dulu menggunakan ZPT yang dilarutkan dalam air hangat kuku.

Jika tidak ada ZPT, Anda bisa menggunakan air rendaman bawang merah. Pasalnya di dalam bawang merah terkandung ZPT alami yang mampu mempercepat pertumbuhan akar dan kecambah.

Setelah penyemaian berlangsung 25-30 hari, barulah bibit cabe rawit bisa ditanam ke lahan.

3. Menanam Bibit

Bibit Cabe
Bibit Cabe

Bibit cabe rawit yang sudah berusia 25-30 hari bisa dipindahkan ke lahan pada sore hari. Pilihlah bibit cabe dengan vigor yang kuat dan berdaun hijau segar.

Sesudah penanaman, siram bibit cabe rawit agar tidak layu. Adapun musim mempengaruhi jarak tanam. Saat musim hujan, Anda harus menggunakan jarak tanam 80 x 60 cm. Sementara saat musim kemarau, sebaiknya Anda menggunakan jarak tanam 70 x 60 cm.

Pengaturan jarak tanam ini sangatlah penting dalam cara-cara menanam cabe rawit, apalagi saat musim hujan.

Karena jarak tanam yang terlalu rapat akan menyebabkan lingkungan sekitar cabe rawit menjadi lembab dan lingkungan lembab bisa memunculkan penyakit cendawan yang kemudian akan mengganggu pertumbuhan cabe rawit.

4. Memasang Ajir

Memasang Ajir
Memasang Ajir

Pemasangan ajir merupakan bagian dari cara menanam cabe rawit. Ajir sangat diperlukan agar tanaman cabe rawit berdiri kokoh. Adapun sebaiknya, ajir dipasang sebelum penanaman ataupun seketika setelah penanaman selesai.

Selanjutnya ikat cabe rawit menggunakan tali. Di sini Anda dapat membuat ajir dari kayu ataupun bambu. Setelah itu, tancapkan ajir dengan jarak sekitar 5 cm dari batang cabe rawit.

Jika tanaman sudah membesar, Anda bisa memasang ajir dengan posisi miring hingga membentuk sudut 45 derajat sehingga akar tanaman tidak rusak.

5. Menyulam Cabe Rawit

Merawat Cabe
Merawat Cabe

Setelah mengetahui bagaimana cara menanam cabe rawit hingga pemasangan ajir, Anda juga harus mengetahui bagaimana memelihara cabe rawit agar tetap sehat.

Saat ada tanaman yang terinfeksi penyakit atau bahkan mati, segeralah melakukan penyulaman. Setidaknya lakukan penyulaman hingga cabe rawit berusia 2 minggu. Selain itu, bersihkan gulma di sekitar lahan untuk meminimalkan serangan hama penyakit.

6. Menyiram dan Memupuk

Penyemprotan Pupuk
Penyemprotan Pupuk

Penyiraman cabe rawit harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi. Saat musim kemarau contohnya, Anda harus menyiram cabe rawit sesering mungkin agar cabe rawit tidak mati kekeringan.

Adapun penyiraman dapat dilakukan dengan merendam bedengan. Selain penyiraman, Anda juga harus melakukan pemupukan.

Saat tanaman berusia 2 minggu, lakukan pemupukan pertama dengan menggunakan 3 kg pupuk NPK per 1000 tanaman. Pupuk NPK dilarutkan ke dalam 200 L air kemudian siramkan sebanyak 200 ml ke setiap cabe rawit.

Selanjutnya pemupukan dilakukan setiap 1 minggu, dimana penambahan dosis dilakukan secara berkala. Dalam hal ini, pupuk yang bisa digunakan antara lain NPK, TSP, KCL, ZA, MKP, ataupun KNO3.

Adapun penyemprotan daun setiap 1 minggu ini dilakukan untuk mencukupkan kadar unsur hara. Agar lebih praktis, lakukan penyemprotan pupuk bersamaan dengan penyemprotan insektisida ataupun fungisida.

7. Mengendalikan Hama Penyakit

Hama Cabai
Hama Cabai

Selain mengetahui cara menanam cabe rawit, Anda juga harus tahu bagaimana cara mengendalikan hama penyakit yang menyerangnya. Beberapa hama yang kerap menyerang cabe rawit antara lain ulat tanah, ulat grayak, tungau, jangkrik, kutu daun, thrips, lalat buah, dan bekicot.

Sementara penyakit yang kerap menyerang cabe rawit antara lain bercak daun, virus gemini, layu bakteri, layu fusarium, antraknosa, busuk buah, dan busuk batang. Adapun pengendalian hama penyakit cabe rawit ini dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida dan fungisida.

8. Panen Cabe Rawit

Masa Panen
Masa Panen

Pemanenan adalah bagian akhir dari cara menanam cabe rawit. Setelah berusia 80-90 hari, cabe rawit sudah bisa dipanen. Ada 2 cara untuk memanen cabe rawit yaitu memanen sebagai cabe rawit merah dan memanen sebagai cabe rawit hijau, sesuai dengan permintaan pasar.

Contohnya di Sumatera, masyarakatnya lebih suka cabe rawit hijau. Sementara di Pulau Jawa, masyarakatnya suka kedua varian cabe rawit ini.

Adapun pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari, tepat setelah embun mengering. Tanaman cabe rawit dapat dipanen sekali seminggu. Bahkan jika budidayanya dilakukan dengan benar, panen cabe rawit bisa berlangsung hingga 3 tahun untuk jenis cabe rawit lokal.

Panen Cabe
Panen Cabe

Cabe rawit merupakan komoditas populer sejak dulu hingga saat ini. Membudidayakan cabe rawit tidak hanya dapat membuat Anda hemat karena tidak perlu berbelanja cabe ke pasar, tapi juga dapat membuat Anda kaya raya jika menekuni bisnis cabe rawit dengan benar.

Tunggu apa lagi? Silahkan langsung mempraktikkancara menanam cabe rawit seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Leave a Reply