bunga garbera

9 Tahapan Budidaya Bunga Gerbera, Peluang Bisnis yang Menjanjikan

Budidaya Bunga Gerbera | Bunga Gerbera dikenal masyarakat Indonesia sebagai Gebras. Tanaman hias pendatang ini berasal dari Afrika Utara, Afrika Selatan, dan Rusia. Bunga Gerbera sendiri ditemukan oleh seorang naturalis Jerman bernama Traug Gerber yang kala itu tengah berekspedisi ke Afrika Selatan.

Kemudian ada Jamenson yang menemukan Gerbera Hibrida. Nama kedua penemu ini akhirnya dikukuhkan sebagai nama Bunga Gerbera dengan nama Gerbera jamessonii Bolus ex Hook.

Budidaya bunga gerbera sendiri sangat penting di beberapa negara seperti Thailand dan Belanda karena prospeknya sangat cerah. Selain sebagai bunga potong, bunga gerbera juga menghasilkan minyak atsiri yang menjadi bahan baku industry sabun, parfum, dan kosmetik.

Budidaya Bunga Gerbera di Indonesia

Tanaman Bunga Gerbera di Indonesia
Tanaman Bunga Gerbera di Indonesia

Di Indonesia, budidaya bunga gerbera dapat dilakukan di dataran rendah maupun dataran tinggi. Namun yang paling baik adalah dataran tinggi beriklim sejuk dengan ketinggian 560-1400 m di atas permukaan laut, suhu udara 13,7-18˚C dan 19.5-30˚C, dan curah hujan tahunan 1900-2800 mm. Selain itu, bunga gerbera dapat tumbuh dengan baik di tanah lempung berpasir, subur, mengandung humus, dan memiliki pH 5.5-7.0.

Budidaya Bunga Gerbera Dengan Mudah dan Sederhana

Adapun budidaya bunga gerbera dapat dilakukan secara vegetatif maupun generatif. Namun yang paling banyak digunakan petani adalah cara memisahkan anakan. Umumnya petani bunga gerbera yang melakukan budidaya untuk tujuan komersial akan membuat bedengan yang dilengkapi naungan dari plastik bening. Naungan ini berfungsi untuk menangkal air hujan yang deras, menjaga agar bunga gerbera tidak terkena sinar matahari yang terlalu terik, dan mencegah kemungkinan munculnya serangan hama penyakit membahayakan. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak tahap-tahap budidaya gerbera berikut.

1. Persiapan Bibit

penanaman bibit garbera
penanaman bibit garbera

Perbanyakan bibit bunga gerbera bisa dilakukan dengan generatif melalui biji atau vegetatif melalui potongan rimpang atau anakan. Selain itu, perbanyakan juga bisa dilakukan dengan cara kultur jaringan. Jika melakukan perbanyakan bibit secara generatif, Anda harus menyiapkan baki atau pot pembibitan, tusuk gigi, sekam bakar, air, dan tentunya biji bunga gerbera.

Pertama-tama, isi baki atau pot pembibitan dengan sekam bakar, basahi dengan air. Selanjutnya lubangi media tanam dengan tusuk gigi dan tanamlah biji gerbera dimana posisi mata berada di tanah, sementara bulu-bulu halusnya di atas tanah.

Dalam budidaya bunga gerbera, Anda harus memperhatikan kelembaban media tanam, karena gerbera sangat menyukai media tanam yang lembab. Meski begitu, jangan sampai tanah tergenangi oleh air.

Setelah itu, letakkan baki atau pot pembibitan di area yang terkena cahaya matahari selama kurang lebih 8 jam dan usahakan suhu sekitar di atas 21˚C. Gerbera membutuhkan waktu 2-4 minggu untuk tumbuh dan berdaun. Setelah memiliki 2 daun, pindahkan gerbera ke lahan.

2. Persiapan Lahan

Lahan Tanam Bunga Garbera
Lahan Tanam Bunga Garbera

Sebelum melakukan penanaman, pastikan Anda sudah menyiapkan lahan yang bersih dari gulma dan gembur. Cangkul tanah sedalam 30 cm dan diamkan selama 10-15 hari. Kemudian buatlah bedengan dengan lebar 60-80 cm, panjang menyesuaikan lahan tanam, dan tinggi sekitar 30 cm. Berikan jarak 40-60 cm antar bedengan agar irigasi lancar.

Dalam budidaya bunga gerbera, Anda harus memperhatikan pH tanah. Jika pH tanah <5, lakukan pengapuran agar PH tanah sesuai syarat tumbuh bunga gerbera. Taburkan juga pupuk kandang di atas bedengan secara merata, aduk hingga tanah dan pupuk menyatu.

Setelah bedengan siap, berikan naungan berupa plastic bening untuk menghindari bunga gerbera dari derasnya hujan ataupun teriknya sinar matahari.

3. Penanaman Bibit Garbera

Setelah lahan dan bibit siap, saatnya melakukan penanaman bunga gerbera. Buatlah lubang tanam dengan lebar dan dalam sesuai panjang daun cangkul, dengan jarak lubang tanam 35-40 cm.

Selanjutnya tanam bibit bunga gerbera tepat di tengah, timbun dengan tanah. Padatkan tanah di sisi pangkal batang untuk membuatnya tegak. Selanjutnya siram tanaman gerbera secukupnya.

4. Pengairan

Pengairan Bunga Garbera
Pengairan Bunga Garbera

Pengairan merupakan hal penting dalam budidaya bunga gerbera. Lakukan penyiraman 2 kali sehari secara rutin pada awal tanam. Penyiraman dilakukan secukupnya saja. Jangan sampai bunga gerbera tergenangi oleh air.

5. Penyulaman

Lakukan penyulaman saat ada tanaman gerbera yang tumbuh tidak normal, bahkan mati. Sebaiknya penyulaman dilakukan sebelum gerbera berusia >30 hari agar bunga gerbera bisa tumbuh seragam. Lakukan penyulaman saat pagi ataupun sore hari, saat sinar matahari tidak terlalu terik.

6. Pemberian Pupuk

Setiap sebulan sekali, lakukan pemupukan secara rutin dengan menggunakan pupuk NPK, pupuk daun, dan unsur mikro lainnya. Untuk pupuk NPK, Anda bisa membenamkannya pada lubang ataupun melarutkannya dengan air lalu siramkan pada tanaman.

Setiap kali pemupukan, Anda harus memberikan 2-4 gr pupuk NPK per tanaman atau dosis 200-400 kg per Ha. Sementara untuk pupuk daun, Anda harus menyemprotkannya, dengan dosis yang harus disesuaikan dengan ketentuan pada label.

7. Sanitasi Kebun Garbera

Sanitasi Kebun Garbera

Kebun Bunga Garbera
Kebun Bunga Garbera

Bagian selanjutnya dari budidaya bunga gerbera adalah sanitasi kebun yang bertujuan untuk membersihkan lahan dari gulma. Tidak hanya itu, sanitasi kebun juga mencakup aktivitas memangkas bagian tanaman yang mengering bahkan terserang hama penyakit.

8. Proteksi Tanaman Dari Hama

Aktivitas proteksi atau perlindungan tanaman dilakukan untuk mencegah terjadinya serangan hama penyakit. Ada beberapa hama yang menyerang tanaman Gerbera antara lain ulat daun, thrips, belalang, dan pengerek daun. Untuk mengendalikan hama-hama ini, Anda dapat menyemprotkan insektisida Decis maupun Agrimec.

Dalam budidaya bunga gerbera, penyakit yang kerap menyerang adalah Kapang Kelabu oleh cendawan Botrytis cinerea, bercak daun oleh Cercospora gerberae, dan penyakit tepung oleh Erysiphe cichoracearum. Untuk mengendalikan penyakit-penyakit ini, Anda bisa menyemprotkan fungisida Antracol aupun Dithane.

9. Masa Panen Bunga Garbera

bunga garbera siap panen
bunga garbera siap panen
Masa Panen Bunga Garbera
Masa Panen Bunga Garbera

Anda akan menemukan tanaman Gerbera berbunga sepanjang tahun, karena setiap rumpun mampu menumbuhkan sejumlah tangkai bunga bersamaan atau bergantian. Umumnya tanaman gerbera saat berusia 6-8 bulan jika bibitnya berasal dari biji dan usia 3-5 bulan jika bibit berasal dari anakan.

Jika budidaya bunga gerbera didayagunakan untuk bunga potong, pemetikan bunga gerbera harus dilakukan seminggu sekali secara rutin. Adapun bunga gerbera yang siap dipanen bercirikan kuntum bunganya 1/2 -3/4 mekar ataupun sudah mekar penuh. Namun ada juga beberapa varietas yang bisa dipanen saat benang sari sudah terlihat.

Bunga gerbera baik dipotong saat pagi ataupun sore hari. Karena pemetikan pada siang hari bunga kehilangan air dan kemudian layu. Umumnya para petani memetik bunga gerbera antara pukul 06.00-08.00 ataupun 16.00-17.00. Pemanenan bunga dilakukan dengan memotong pangkal tangkai gerbera secara miring. Lalu kumpulkan tangkai-tangkai tersebut dan rendam di dalam air agar tidak cepat layu.

Budidaya bunga gerbera yang berjalan dengan baik mampu menghasilkan 5-15 kuntum bunga. Setelah tangkai-tangkai bunga direndam dan bersih, sortirlah tangkai bunga. Pisahkan tersendiri tangkai bunga yang ukurannya abnormal. Selanjutnya ikat 10-15 tangkai gerbera dengan karet gelang ataupun tali yang lentur. Kemudian bungkus dengan plastik ataupun kertas untuk melindungi kemulusan bunga.

Itulah tahapan-tahapan dalam budidaya bunga gerbera. Semoga cara-cara di atas dapat membantu menjalankan bisnis bunga potong gerbera.

Leave a Reply