Budidaya Azolla Michropylla

Budidaya Azolla Michropylla Untuk Alternatif Pakan Ternak yang Tepat

Budidaya Azolla Michropylla | Berfungsi sebagai pakan ternak, azolla michropylla atau yang juga disebut sebagai tanaman paku air ini justru masih kurang dikenal di kalangan masyarakat.

Namun, meski masih banyak yang belum mengetahui tentang tanaman ini, ternyata sudah ada beberapa orang yang membudidayakan tanaman paku air ini. Terlebih bagi yang memelihara unggas dan ikan pastinya akan menggunakan tanaman ini sebagai bahan pakan.

Tanaman ini juga dapat dijadikan sebagai pupuk, sehingga tidak akan ada ruginya untuk membudidayakan tanaman paku air ini.

Cara Tepat dan Mudah Budidaya Azolla Michropylla

Meski masih belum terlalu memahami mengenai tanaman paku air ini, tak perlu khawatir jika ingin membudidayakannya. Dalam memelihara unggas ataupun ikan, sangat cocok untuk memberikan azolla michropylla ini sebagai bahan pakan.

Berbagai cara yang dapat dilakukan dalam melakukan budidaya tanaman ini seperti yang dijelaskan di bawah ini.

1. Persiapan Lokasi

Persiapan Tempat Azolla Michropylla
Persiapan Tempat Azolla Michropylla

Dalam melakukan budidaya tanaman paku air ini, maka pemilihan lokasi untuk melakukan pembudidayaan perlu diperhatikan dan dipersiapkan. Tanaman ini dapat ditanam di dalam kolam, kawasan persawahan ataupun pada kolam terpal dengan pemberian tanah di dasarnya.

Tanaman ini membutuhkan sinar matahari secara langsung, maka usahakan untuk meletakan kolam yang dapat terkena sinar matahari secara langsung.

2. Persiapan Kolam

Apabila lokasi pembudidayaan azolla michropylla ini sudah ditentukan, selanjutnya buatlah kolam untuk menanam tanaman ini. Kemudian isi kolam tersebut dengan air, ketinggian air yang diisikan sekitar 5 hingga 20 cm.

Jangan terlalu banyak memberikan air pada kolam, karena harus menjaga tanaman paku air ini dengan habitat aslinya. Namun apabila Anda menanamnya menggunakan media kolam terpal, pastikan untuk menempatkan lumpur pada dasar kolam tersebut.

Tujuannya diberikannya lumpur pada dasar kolam adalah memudahkan tanaman azolla untuk dapat lebih bertumbuh kembang. Semakin dekat tanaman tersebut dengan tanah, maka semakin baik untuk pertumbuhannya. Mengingat habitat asli dari tanaman ini adalah di daerah rawa atau persawahan.

3. Pemberian Pupuk

Sebelum menebarkan bibit ke dalam kolam, pastikan untuk memberikan pupuk terlebih dahulu. Berhati-hatilah dalam pemberian pupuk ini. Periksa dengan seksama apakah pupuk tersebut sudah terfermentasi dengan sempurna atau belum.

Pupuk yang belum terfermentasi dengan sempurna dapat mematikan tanaman azolla michropylla tersebut nantinya. Lakukan pemupukan ini dengan jangka 2 minggu sebelum melakukan penebaran bibit tanaman.

4. Penebaran Bibit

Setelah memastikan bahwa pupuk yang digunakan terfermentasi dengan sempurna, maka langkah selanjutnya adalah menebarkan bibit tanaman azolla michropylla ke dalam kolam. Ketika akan menebarkan bibit ke dalam kolam, pastikan bahwa bibit yang digunakan adalah bibit unggu yang berkualitas baik.

Selain itu, perhatikan pula takaran dalam pemberian bibit tanaman ini. Adapun takaran dalam pemberian bibit ini adalah 50 sampai 70 gram per meter persegi kolam. Lalu diamkan bibit tersebut selama 2 minggu dengan menjaga ketinggian air yang tetap di dalam kolam tersebut.

Apabila menghendaki hasil yang lebih optimal dalam melakukan budidaya ini, bisa juga dengan menambahkan probiotik biocatfish. Takarannya adalah 50 ml per meter persegi kolam dengan pemberian selama 2 hari sekali.

5. Panen

Panen Azolla Michropylla
Panen Azolla Michropylla

Tentu cara terakhir dalam melakukan budidaya azolla michropylla ini adalah tahap pemanenan. Anda dapat melakukan pemanenan tanaman paku air ini ketika usianya telah 15 hari setelah pembibitan.

Perhatikan apakah tanaman tersebut sudah mulai menebal atau menumpuk di dalam kolam, apabila sudah maka tanaman azolla tersebut dapat langsung dipanen.

Pembudidayaan tanaman ini sangat mudah dengan pemanenan yang cukup sering, yakni dapat dilakukan setiap 1 hingga 2 minggu dalam setiap bulannya.

Beberapa Manfaat Tanaman Azolla Michropylla

Pastinya setiap tanaman yang layak untuk dibudidayakan memiliki manfaat yang sangat besar. Begitu juga dengan tanaman azolla michropylla ini. Berikut merupakan manfaat yang didapatkan ketika membudidayakan tanaman ini.

1. Sebagai pengganti pupuk urea

Azolla Michropylla pengganti pupuk
Azolla Michropylla Pengganti Pupuk

Tanaman azolla ini dapat dijadikan sebagai pupuk mengingat tanaman ini mengandung nitrogen, pospor, kalium serta mengandung unsur hara yang tinggi. Selain dalam bentuk segar, sebagai pengganti pupuk urea maka tanaman ini dapat juga diberikan dalam bentuk kering dan kompos.

Cara membuat pupuk dari tanaman azolla ini pun cukup mudah. Buatlah lubang dengan ukuran 3x2x2 meter, masukkan azolla segar ke dalam lubang tersebut dan tutup kembali. Diamkan selama seminggu kemudian bongkarlah lubang tersebut. Sebelum digunakan sebagai media tanam atau pupuk, maka kurangilah kadar air tanaman tersebut sebanyak 15%.

Caranya dengan menjemur tanaman tersebut sesaat setelah mengeluarkannya dari lubang tersebut. Ketika sudah kering, kemaslah dalam kantong plastik kemudian gunakan sebagai pupuk pengganti urea.

2. Dapat menjadi bahan pakan

Azolla Michropylla Untuk Campuran Pakan
Azolla Michropylla Untuk Campuran Pakan

Beternak ikan, khususnya jenis ikan omnivora dan herbivora sangat cocok menggunakan azolla michropylla ini sebagai bahan pakan. Hal tersebut dikarenakan tanaman ini memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi bagi jenis ikan tersebut.

Tanaman ini bisa diolah menjadi tepung untuk campuran pakan ikan buatan. Bisa juga untuk digunakan sebagai bahan pakan itik. Pilihlah jenis tanaman azolla yang segar dan masih muda, campurlah dengan ransum pakan itik sebelum memberikannya untuk dimakan itik.

Tips Sederhana ketika Membudidayakan Azolla Michropylla

Tips budidaya Azolla Michropylla
Tips budidaya Azolla Michropylla

Tak hanya perlu untuk memperhatikan dan mengetahui berbagai cara ketika akan membudidayakan tanaman paku air ini, juga harus diperhatikan beberapa hal lain. Tips berikut menjelaskan hal-hal yang perlu untuk diperhatikan dengan seksama ketika akan membudidayakan tanaman ini.

  • Tanamlah azolla michropylla dekat dengan media tanam, atau bangunlah kolam yang dangkal sehingga akan semakin bagus untuk pertumbuhan tanaman ini.
  • Berikan pupuk sebelum kolam terisi dengan azolla. Hal tersebut untuk menjaga agar tanaman tidak cepat mati.
  • Gunakan paranet sebagai penaung media ternak. Fungsinya adalah agar daun pada tanaman azolla tidak berubah warna menjadi cokelat atau kuning karena terbakar sinar matahari.
  • Tambahkan pupuk yang memiliki unsur P yang tinggi, sehingga tanaman azolla menjadi semakin kuat dan tidak mudah stress.
  • Sebelum menggunakan pupuk kandang di kolam, perhatikan kembali fermentasi dari pupuk tersebut. Apabila pupuk yang digunakan di kolam berbau, menandakan bahwa pupuk tersebut belum terfermentasi dengan sempurna. Sehingga perlu waktu untuk menunggu agar pupuk kandang tersebut mengalami proses fermentasi yang sempurna.
  • Perhatikan bibit tanaman azolla yang akan digunakan. Apabila bibit tersebut dibeli secara paket, maka taruhlah bibit tersebut dalam wadah berair dan diamkan selama 2 hari. Kemudian jika sudah terlihat segar, pindahkan tanaman tersebut ke kolam.

Tidak perlu ragu ini untuk melakukan budidaya tanaman azolla michropylla ini. Berbagai cara yang telah dijelaskan sangat mudah untuk diterapkan. Mengingat banyaknya manfaat yang didapat dari tanaman ini, maka akan sangat menguntungkan untuk dibudidayakan. Usahakan untuk jeli dalam melihat peluang dalam melakukan budidaya tanaman, termasuk juga ketika akan membudidayakan tanaman paku air ini.

Leave a Reply