Jenis Kura-Kura

9 Jenis Kura-Kura Bertempurung Unik

Kura-kura merupakan hewan amfibi kelompok reptil berkaki empat. Kura-kura dikenal dengan ciri khasnya berupa tempurung keras yang terletak di punggungnya.

Orang awam atau anak-anak biasa menyebutnya sebagai rumah karena kura-kura bisa memasukkan tubuh ke dalam tempurung tersebut. Rupanya kura-kura terdiri atas beragam jenis dengan ciri tempurung dan bentuk tubuh yang berbeda. Ada banyak jenis kura-kura yang harus Anda ketahui.

Jenis Kura-Kura dengan Bentuk dan Corak Tempurung Unik

Pecinta kura-kurabaik pemelihara maupun peneliti tentunya ingin merawat kura-kura secara langsung.Di seluruh dunia terdapat banyak sekali spesies kura-kura yang menarik untuk diketahui. Berikut berbagai kura-kura dengan ciri dan habitatnya.

  1. Centrochelys sulcata (Kura-kura sulcata)

Kura-kura sulcata

Jenis ini biasa disebut dengan kura-kura sulkata. Kura-kura sulkata berasal dari benua Afrika. Ciri khas kura-kura sulkata adalah warna tempurungnya, yaitu kombinasi coklat keemasan dengan garis batas coklat tua. Di setiap batasan pada tempurungnya terdapat benjolan yang sedikit menajam. Ciri lain yang mudah diperhatikan adalah bentuk kakinya yang bersisik besar. Ukuran jenis kura-kura ini saat dewasa mencapai 90 cm.

Kura-kura sulkata termasuk hewan yang jinak sehingga sering menjadi hewan peliharaan. Anda bisa mendapatkan kura-kura sulkata ketika masih kecil. Untuk memeliharanya, Anda membutuhkan ruang yang besar dengan suhu di atas 16°C dengan kelembaban standar. Makanan yang harus diberikan adalah 75% rumput dari asupan yang masuk. Selain itu, asupan kalsium, protein rendah, dan rendah gula juga harus diperhatikan.

  1. Batagur affinis (Tuntong sungai)

Tuntong sungai

Tuntong sungai merupakan kura-kura sungai. Terdapat 2 subspesies dimana subspesies pertama ada di Sumatera sedangkan subspesies kedua ada di pantai timur Thailand, Malaysia, dan Kalimantan. Tuntong sungai memiliki penampilan serba hitam kecuali bagian matanya yang berwarna kuning. Dibandingkan dengan kura-kura sulkata, tempurungnya tidak banyak benjolan.

Jenis kura-kura ini termasuk kritis dalam daftar IUCN sehingga dilakukan konservasi. Kelangkaannya disebabkan oleh adanya penangkapan dan perdagangan, menjadi bahan makanan, serta kerusakan lingkungan.

  1. Aldabrachelys gigantea (Kura-kura aldabra)

Kura-kura aldabra

Kura-kura aldabra berasal dari pulau Aldabra. Kura-kura aldabra memiliki tempurung besar berwarna hitam.Kura-kura aldabra memiliki ukuran yang sangat besar, yaitu mencapai 1,2 meter. Beratnya bahkan mencapai 25 kg. Melihat dari ukurannya, kura-kura ini termasuk kura-kura terbesar di dunia.

Jenis kura-kura ini adalah omnivora. Kura-kura aldabra memakan serangga atau tubuh kura-kura lain yang sudah mati.Kura-kura aldabra juga membantu persebaran biji-bijian tumbuhan yang mereka makan.

  1. Cuora amboinensis (Kura-kura sawah)

Cuora amboinensis (Kura-kura sawah)

Indonesia bagian timur terutama Maluku dan Sulawesi merupakan habitat alami bagi kura-kura sawah subspesies C.a.amboinensis. Bagi subspesies C.a.couro dapat ditemukan di daerah Timor, Sunda, Jawa, dan Sumatera. Di Kalimantan juga ditemukan kura-kura sawah subspesies C.a.kamorama. Beberapa observasi menunjukkan bahwa kura-kura sawah subspesies C.a.lineata ditemukan di Myanmar.

Bentuk morfologi tempurung jenis kura-kura ini adalah tidak ada tonjolan. Anda bisa melihat warnanya yang kehitaman, kecoklatan, sampai berwarna zaitun. Ciri khasnya ada di bagian kepala. Anda bisa melihat 3 garis berwarna kuning terang di sekitar mata, pipi, dan mulut. Di bagian kakinya juga bisa ditemukan garis kuning khas tersebut.

  1. Macrochelys temminckii (Alligator Snapping)

Macrochelys temminckii (Alligator Snapping)

Alligator snapping merupakan kura-kura yang unik. Sesuai namanya, bentuk kura-kura ini terlihat seperti aligator. Tempurungnya berwarna hitam dengan tonjolan tajam. Ciri lain yang bisa dilihat adalah adanya ekor yang keluar dari tempurun. Selain itu, alligator snapping memiliki rahang kuat dan tajam sehingga membuat gigitannya tajam.

Meskipun memiliki tampilan mengerikan, alligator snapping bisa menjadi hewan peliharaan.Alligator snapping mengkonsumsi ikan kecil hidup, daging lain, dan terkadang sayuran jika ditawari oleh pemiliknya. Ketika memberikan makanan ke alligator snapping, jangan menyerahkan makanan secara langsung karena hal tersebut akan sangat berbahaya.

  1. Manouria emys (Baning hutan)

Manouria emys(Baning hutan)

Baning hutan merupakan jenis kura-kurayang terlihat pertama pada 1840. Kura-kura tempurung datar bisa ditemukan di Indonesia khususnya Sumatera dan Kalimantan, Thailand, dan Myanmar. Ukuran kura-kura dewasa mencapai 60 cm dengan berat hampir 40 kg. Tempurung pada kura-kura ini melengkung tinggi dan tidak terlalu menonjol. Pada bagian perut baning hutan juga terlindungi oleh perisai yang menonjol di depan. Bentuk kaku baning hutan besar dan hampir menyerupai gajah dengan jari tidak terlalu jelas.

Populasi baning hutan hampir terancam. Tanpa adanya konservasi, jenis kura-kura ini akan punah dalam beberapa waktu. Penyebab berkurangnya populasi baning hutan antara lain penangkapan ilegal untuk menjadikan baning hutan sebagai bahan makanan. Gerakannya yang lambat membuat sangat mudah ditangkap oleh masyarakat. Selain itu, pengambilalihan lahan membuat habitat baning hutan terusik.

  1. Geochelone carbonaria (Kura-kura kepala ceri)

Kura-kura kepala ceri

Anda bisa menemukan kura-kura kepala ceri di Paraguay atau Brazil. Seperti sebutannya, jenis kura-kura ini memiliki warna unik yaitu kepala berwarna oranye kemerahan. Warna tersebut menjalar ke tempurungnya. Setiap keping di tempurung memiliki pola lingkaran coklat di bagian luar lalu warna oranye di bagian lingkaran dalam.

Bentuknya tergolong kecil dibandingkan dengan kura-kura lainnya yaitu tidak lebih dari 12 inchi. Kura-kura kepala ceri dapat bertahan hidup sampai 50 tahun bahkan lebih apabila dibiarkan hidup bebas di alam. Mereka tergolong dalam hewan omnivora. Selama memelihara kura-kura kepala ceri, jangan sampai Anda memberikan makanan rendah protein karena kebutuhan gizinya tidak akan terpenuhi. Tumbuhan yang bisa Anda berikan adalah bagian daun dan buah.

  1. Amyda cartilaginea (Bulus)

Amyda cartilaginea (Bulus)

Bulus adalah jenis kura-kura bertempurung lunak.Mereka pertama kali ditemukan pada 1770 dan tersebar di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Tempurung mereka kebanyakan tersusun atas tulang rawan yang terlapisi oleh kulit tebal.Di bagian tempurung akan terlihat titik-titik berwarna kuning. Saat muda diameter tempurung bulus mencapai 100 cm. Bulus memiliki kuku yang tajam terutama di tungkai depan.

Bulus sering menjadi bahan makanan. Bahkan suku Tionghoa menjadikan bulus sebagai bahan pi oh. Akibat perburuan ini, bulus masuk dalam status Rentan bagi IUCN. Di Jawa sendiri, bulus sudah dikonservasikan dengan membudidayakan dalam kolam. Beberapa kelompok bahkan menjadikan bulus sebagai hewan keramat dan ditempatkan di pesugihan.

  1. Stigmochelys pardalis (Kura-kura leopard)

Kura-kura leopard

Kura-kura leopard sangat mudah ditemui. Bentuknya yang unik menjadi incaran pecinta hewan. Tempurungnya memiliki corak bintik kuning dan hitam. Ukurannya mencapai 40 kg dengan panjang 70 cm. Semakin bertambahnya usia, warna dan corak di tempurung akan semakin berkurang dan berakhir menjadi warna abu atau coklat.

Kura-kura leopard hanya memakan tanaman seperti rumput atau sukulen. Mereka membantu menyebarkan biji yang tidak tercerna ke tempat lain. Tidak jarang kura-kura leopard mengambil tulang atau kotoran hewan lain sebagai sumber kalsium.

Sembilan jenis kura-kura di atas merupakan kura-kura unik yang harus diketahui oleh semua orang. Apabila Anda ingin memelihara kura-kura, pastikan bahwa jenis yang Anda temui bukanlah spesies langka dan dilindungi.

Leave a Reply