jenis jenis tanaman hidroponik

13 Jenis Tanaman Hidroponik yang Hasil Panennya Cepat dan Mudah Dibudidayakan

Jenis Tanaman Hidroponik | Secara sederhana hidroponik dapat diartikan sebagai sistem budidaya tanaman dengan media air sebagai pengganti media lahan tanah. Tanaman hidroponik tentu lebih segar dan aman untuk dikonsumsi karena bebas dari insektisida.

Anda tidak perlu khawatir mengenai kandungan gizi pada jenis jenis tanaman hidroponik karena nutrisi dan vitamin yang terkandung dalam sayuran dan buah hidroponik memiliki kandungan yang sama dengan sayuran dan buah yang ditanam pada tanah.

Jenis-Jenis Tanaman Hidroponik Sayur dan Buah

Keuntungan dari menanam secara hidroponik antara lain tidak memerlukan tanah atau lahan yang luas serta hanya membutuhkan air dengan kandungan mineral cukup.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan budidaya hidroponik ialah tidak semua tanaman bisa tumbuh secara hidroponik. Berikut jenis jenis tanaman hidroponik buah dan sayur yang mudah dibudidayakan di negara tropis.

1. Bayam

Bayam Hidroponik
Bayam Hidroponik

Bayam merupakan salah satu dari beberapa jenis jenis tanaman hidroponik yang mudah untuk dirawat serta dapat dipanen dalam jangka waktu 40 hari sejak proses bibit disemai. Bayam dapat tumbuh secara optimal pada suhu yang sejuk maupun suhu yang hangat.

Adapun kadar pH yang diperlukan bagi bayam adalah 6.0-7.0. Apabila sudah memasuki masa panen, tanaman bayam hidroponik dapat dipanen sebanyak 2-3 kali jika dipanen dengan cara petik.

2. Tomat  

Tomat Hidroponik
Tomat Hidroponik

Pada dasarnya tomat tergolong sebagai buah namun orang pada umumnya menggolongkan tomat sebagai salah satu jenis sayuran. Banyak tipe atau jenis tomat yang dapat ditanam secara hidroponik.

Hal yang penting diperhatikan saat menanam tomat hidroponik yaitu kebutuhan intensitas cahaya yang lebih banyak. Anda perlu menyediakan banyak sumber cahaya seperti lampu bila berminat menanam tomat secara hidroponik di dalam ruangan.

 3. Mentimun

Mentimun Hidroponik
Mentimun Hidroponik

Semua jenis mentimun dapat ditanam dan tumbuh dengan baik melalui sistem hidroponik. Mentimun memerlukan pengairan dengan tingkat kadar pH sekitar 5.5-6.0. Kebutuhan tanaman mentimun yaitu suhu yang panas sehingga Anda perlu memastikan kondisi kestabilan suhu yang panas.

Pada awal pertumbuhan tanaman, nutrisi tanaman timun dapat terpenuhi dari air biasa. Selanjutnya selama satu minggu sekali pengairan perlu dipantau dan diberi nutrisi tambahan dengan peningkatan dosis sesuai usia tanaman.

 4. Selada

Selada Hidroponik
Selada Hidroponik

Jenis jenis tanaman hidroponik selanjutnya yakni selada. Selada memiliki masa panen yang lebih lama apabila dibandingkan dengan masa panen pada lahan konvensional.

Keuntungan menanam selada secara hidroponik yaitu perawatannya yang mudah serta dapat tumbuh dengan berbagai sistem hidroponik sehingga cocok dicoba bagi petani hidroponik pemula. Selada dapat tumbuh di negara tropis dengan daerah dengan suhu yang lebih dingin serta pH air antara 6.0-7.0.

5. Seledri

Seledri Hidroponik
Seledri Hidroponik

Seledri menjadi salah satu dari jenis jenis tanaman hidroponik yang menarik untuk ditanam. Tanaman yang bermanfaat sebagai penyedap rasa alami serta berguna sebagai toga (tanaman obat) untuk penderita hipertensi.

Budidaya seledri secara hidroponik membutuhkan cahaya tidak langsung dengan kondisi suhu udara yang cenderung lembab. Pada saat daun seledri sudah muncul, penting untuk memastikan daun seledri mendapat sinar matahari langsung. Tanaman seledri dapat dipanen pada usia sekitar 1,5 – 3 bulan.

6. Sawi Hijau

Sawi Hijau Hidroponik
Sawi Hijau Hidroponik

Menanam sawi hijau memiliki keuntungan tersendiri. Hal ini disebabkan sawi hijau adalah salah satu dari jenis jenis tanaman hidroponik yang jarang diserang oleh hama sehingga perawatan lebih praktis apabila dibandingkan dengan jenis tanaman lain.

Sawi hijau dengan cara hidroponik juga lebih cepat untuk dipanen bila dibandingkan dengan ditanam pada lahan konvensional. Penting untuk diperhatikan bagi tanaman sawi hidroponik yaitu air nutrisi harus selalu tersedia cukup.

7. Brokoli

Brokoli hidroponik
Brokoli hidroponik

Brokoli memerlukan suhu yang lebih sejuk untuk tumbuh secara optimal menggunakan cara hidroponik. Brokoli juga memerlukan pencahayaan yang banyak untuk sumber fotosintesis.

Nutrisi yang diperlukan untuk perawatan brokoli perlu diperhatikan lebih sering daripada tanaman lainnya. Waktu penggantian air nutrisi atau irigasi perawatan brokoli perlu dilakukan dalam rentang dua hari sekali.

8. Pare

Pare hidroponik
Pare hidroponik

Meskipun rasanya pahit, pare atau paria merupakan sayur dengan kandungan nutrisi banyak. Pare dapat tumbuh dengan baik bila ditanam secara hidroponik dengan kadar pH air pada kisaran angka pH 5-6 serta dalam kondisi suhu yang sejuk hingga hangat.

Pare memerlukan perawatan yang lebih karena dapat diserang patogen hewan seperti ulat, lalat atau serangga lain.

9. Cabe

Cabe Hidroponik
Cabe Hidroponik

Cabe kini mulai menjadi salah satu dari banyaknya jenis jenis tanaman hidroponik yang banyak dibudidayakan karena mudah dalam perawatan serta masa panen yang cukup cepat. Selain itu benih cabe tergolong mudah untuk didapatkan. Saran untuk penanaman cabe secara hidroponik yaitu gunakan benih cabe lokal.

Benih cabe lokal dapat tumbuh lebih baik serta mudah dalam perawatan bila dibandingkan dengan benih cabe lainnya. Selain itu juga perlu rutin memantau pertumbuhan tanaman untuk memberikan nutrisi yang tepat karena tanaman cabe membutuhkan nutrisi yang lebih banyak bila ditanam secara hidroponik.

10. Kangkung

kangkung hidroponik
kangkung hidroponik

Kangkung menjadi salah satu dari jenis jenis tanaman hidroponik yang banyak diminati. Perawatan kangkung secara hidroponik dapat dikatakan mudah serta praktis.

Masa panen kangkung secara hidroponik juga dapat dikatakan cepat, yaitu sekitar 20-30 hari. Karena pertumbuhan tanaman kangkung tergolong cepat, asupan nutrisi dan pengairan perlu dipantau dan diganti lebih sering.

11. Semangka

Semangka hidroponik
Semangka hidroponik

Semangka adalah salah satu buah yang terkenal dibudidayakan secara hidroponik. Hidroponik menjadi pilihan yang terbaik bagi para petani semangka karena dengan hidroponik semangka memiliki kandungan nutrisi yang maksimal.

Bila ditanam secara konvensional, lahan yang diperlukan cukup luas agar tanaman semangka tidak berebut nutrisi. Buah semangka dapat tumbuh dengan baik bila tumbuh di suhu yang panas. Kadar pH yang diperlukan untuk tanaman semangka yaitu kisaran pH 5.0-6.8.

12. Buncis

Buncis Hidroponik
Buncis Hidroponik

Selain dimanfaatkan sebagai sayur, buncis merupakan salah satu jenis jenis tanaman hidroponik yang bisa dijadikan obat alami karena baik untuk mengontrol kadar gula serta tekanan darah.

Selain memiliki banyak manfaat buncis juga merupakan tanaman yang cepat dipanen serta terkenal dengan cara perawatannya yang praktis. Penyemaian biasanya memerlukan waktu 3-8 hari. Pada tanaman usia 6-8 minggu biasanya buncis sudah dapat dipanen.

Selanjutnya tanaman buncis dapat dipanen kembali ketika berada pada usia 3-4 bulan.

13. Daun Bawang

Daun Bawang Hidroponik
Daun Bawang Hidroponik

Daun bawang merupakan sayur yang mudah untuk ditanam hidroponik dengan lahan yang terbatas. Bibit daun bawang bisa diperoleh dari daun bawang yang masih dalam kondisi segar dan baik, yaitu bagian pangkal sayur yang terdiri dari akar dan bonggol daun bawang.

Hal yang perlu diperhatikan saat menanam daun bawang secara hidroponik yaitu intensitas cahaya yang cukup serta pencahayaan yang lama. Keunggulan dari daun bawang yaitu jarang terserang hama atau jamur sehingga mudah untuk dirawat.

Demikian jenis jenis tanaman hidroponik sayur dan buah yang dapat dibudidayakan di iklim tropis. Bibit-bibit jenis tanaman yang telah disebutkan tergolong mudah untuk didapatkan. Semoga artikel ini dapat membantu Anda yang tertarik memanfaatkan lahan untuk budidaya buah dan sayur secara hidroponik.

Leave a Reply