Cara Pemupukan Padi

Cara Pemupukan Padi yang Benar untuk Mendapatkan Hasil Panen Melimpah

Cara Pemupukan Padi secara umum diperlukan pada hampir semua sawah. Kecuali di daerah-daerah tertentu yang memiliki tanah yang amat subur maka pupuk tidak perlu diberikan. Bila lahan tidak terlalu subur pemberian pupuk perlu diberikan dengan kadar yang tepat supaya tanah dapat subur namun tekstur dan kualitas tanah tetap terjaga.

Mengenal Cara Pemupukan Padi berdasarkan Fase Tumbuh Padi

Mengenal fase pertumuhan padi
Mengenal fase pertumuhan padi

Cara Pemupukan Padi sebetulnya dapat diberikan dengan efektif bila mengetahui umur dan fase tanaman padi. Fase tanaman padi meliputi fase persemaian, fase vegetatif, fase generatif reproduktif serta fase generatif pematangan. Pupuk sebaiknya diberikan secara terjadwal berdasarkan fase tanaman padi sehingga dosis diberikan dengan tepat.

Cara Pemupukan Padi yang Baik untuk Dipraktekkan

Cara Pemupukan Padi diberikan menggunakan dosis tertentu dengan memperhatikan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Fase tumbuh dan jenis padi yang berbeda-beda juga mempengaruhi pemupukan. Secara umum pemberian pupuk pada tanaman padi dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Mengenali Jenis Pupuk Tanaman Padi

Pupuk Tanaman Padi
Pupuk Tanaman Padi

Secara umum ada dua macam pupuk yang diperlukan dalam cara pemupukan padi yang optimal, yaitu pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik misalnya pupuk hijau, pupuk kompos dan pupuk kandang.

Pupuk anorganik berupa nitrogen (N), pupuk posfat (P), pupuk kalium (K) serta pupuk lain dengan kandungan unsur hara mikro. Sebaiknya pupuk organik dan pupuk anorganik sama-sama dipakai.

Pupuk anorganik tidak bagus dipakai secara terus menerus karena dapat mengurangi kualitas tanah serta membuat tanah menjadi padat. Supaya kualitas tanah dapat kembali baik dan menjadi gembur, maka perlu dilengkapi dengan pupuk organik.

2. Mengenali Kebutuhan Tanaman Padi

Secara umum cara pemupukan padi memerlukan zat unsur N, P dan K. Unsur N lebih banyak dibutuhkan tanaman padi dibanding unsur P dan K. Unsur N berperan dalam pertumbuhan tanaman, klorofil, serta membentuk gabah.

Unsur P berguna untuk tenaga tanaman supaya tanaman padi bisa hidup dan tumbuh dengan matang. Unsur K sebagai zat pendukung serta sistem imun supaya tanaman tidak mudah diserang penyakit serta berperan dalam menghasilkan gabah yang berkualitas baik.

3. Dosis untuk Tanaman Padi

Dosis dapat ditentukan berdasarkan hasil ton gabah. Satu ton gabah biasanya memerlukan unsur hara N sebanyak 17,5 kg (setara dengan pupuk urea 39 kg), unsur hara P sebanyak 3 kg (setara dengan pupuk SP36 sebanyak 3 kg), serta unsur hara K sebanyak 17 kg (setara dengan pupuk KCL sebanyak 34kg). Bila gabah yang dihasilkan semakin banyak berarti pupuk yang diperlukan juga lebih banyak

4. Pupuk Susulan I

Pupuk dasar dapat diberikan ketika bibit tanaman padi dipindah untuk ditanam di sawah dalam umur kurang lebih 10 hari sesudah tanam. Hal tersebut disebabkan pada usia 10 hari sudah mulai berkembang akar dan daun tanaman sehingga penyerapan zat hara lebih berfungsi maksimal.

Hindari untuk memberi pupuk dasar pada usia tanam 0-5 hari karena tanaman padi masih belum kuat untuk menerima pupuk, apalagi bila pupuk berkadar nitrogen tinggi. Pupuk yang diberikan yaitu sebanyak 75 kg urea, 50 kg KCl serta 100 kg SP-36 per hektar.

5. Menentukan Kebutuhan Unsur Hara N secara Rutin menggunakan BWD

BWD (Bagan Warna Daun)

Cara Pemupukan Padi dapat dilakukan dengan lebih hemat bila rutin mengecek kondisi tanaman menggunakan BWD (Bagan Warna Daun). BWD merupakan indikator berbentuk kartu dengan degradasi warna hijau yang terdiri dari skala 1-6 untuk mengetahui kadar kebutuhan unsur N tanaman padi.

Caranya yaitu ambil secara acak sebanyak 20 helai daun tanaman padi kemudian sesuaikan dengan skala warna pada BWD. Bila rata-rata daun padi berada di skala 3, berarti tanaman padi perlu diberikan pupuk N. Bila rata-rata daun menunjukkan skala 4-6 maka tanaman padi kekurangan unsur N sehingga pupuk diberikan lebih banyak.

Bila kondisi daun berada pada skala 1-3 maka tidak perlu diberi pupuk N karena kadar N dalam tanah masih cukup. Pemantauan menggunakan BWD dilakukan 7 hari sekali sejak 14 hari setelah tanam. Bila kekurangan N beri pupuk Urea 70 kg per hektar.

6. Pupuk Susulan II

Cara Pemupukan Padi selanjutnya dilakukan pada tanaman padi ketika menginjak usia minggu ke 3 atau pada hari ke 21 sesudah tanam, yaitu setelah petani ngarambet atau pengoyosan. Saat ngarambet akar tanaman padi putus sehingga tanaman padi lebih melakukan penyerapan zat hara dengan optimal.

Disaat yang sama tanaman padi juga bisa membentuk anakan dengan hasil maksimal. Pupuk yang diberikan adalah pupuk urea 150 kg per hektar.

7. Pupuk Susulan III

Pupuk susulan III dapat diberikan pada tanaman padi yang sudah memasuki minggu ke 6 atau pada usia ke 42 sesudah tanam yaitu saat tanaman berada pada kondisi peralihan fase vegetatif ke generatif.

Pemberian pupuk Susulan III
Pemberian pupuk Susulan III

Peralihan kondisi inilah yang membuat tanaman padi memerlukan zat nutrisi yang banyak. Tanda yang muncul yaitu padi yang sudah mulai keluar atau bunting. Pupuk yang diberikan adalah pupuk urea 75 kg serta pupuk KCl 50 kg per hektar.

8. Dosis Keseluruhan untuk Tanaman Padi

Secara kasar kebutuhan per satu hektar sawah dapat dihitung sebanyak 300 kg pupuk urea, 100 kg pupuk SP36 dan 100 kg pupuk KCl. Cara Pemupukan Padi sebetulnya tidak dapat dilakukan secara paten, karena pemupukan bersifat relatif.

Beberapa faktor dapat diperhatikan untuk pemberian pupuk misalnya cuaca, kondisi tanah, varietas tanaman dan sebagainya. Pemantauan menggunakan BWD dengan menyesuaikan kondisi dapat menghemat pemupukan.

9. Pemberian Pupuk dengan Efisien

Cara yang perlu diperhatikan dalam memberikan pupuk pada tanaman padi yaitu pupuk sebaiknya disebar dan dicampur rata dengan tanah lumpur sawah. Bisa dilakukan dengan cara menggaru supaya pupuk tidak hilang.

Hindari juga memberi pupuk dalam keadaan air mengalir supaya pupuk segera diserap tanah dan tidak hilang larut dibawa air mengalir.

10. Menempatkan Jerami ke Tanah Sawah

Menempatkan Jerami ke Tanah Sawah
Menempatkan Jerami ke Tanah Sawah

Cara Pemupukan Padi juga dapat dilakukan lebih efisien bila petani tidak membakar jerami namun mengembalikannya ke dalam sawah. Pembakaran jerami mengakibatkan kondisi tanah sawah yang berkurang kesuburannya karena zat unsur hara pada tanah ikut terbakar.

Selain itu kontur tanah menjadi memadat. Sebanyak kurang lebih 80% unsur K yang diserap tanaman padi disimpan dalam jerami sehingga bila jerami dikembalikan ke sawah maka akan menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah sawah. Apabila jerami dikembalikan ke sawah, maka tidak perlu menambahkan pupuk unsur (K).

Demikian cara pemupukan padi yang dapat dipraktekan secara efektif. Jangan lupa memadukan pupuk organik sebagai penyeimbang pupuk anorganik. Ingat untuk rutin mengecek kondisi tanaman padi agar  terpantau dan kebutuhan nutrisinya dapat dipenuhi secara cukup tidak berlebih.

Leave a Reply