Pupuk KNO3

Pupuk KNO3: Nutrisi dan Manfaatnya Bagi Tanaman

Pupuk KNO3 | Demi mendapatkan pertumbuhan tanaman dan hasil panen yang baik tidak jarang petani menggunakan pupuk kimia. Salah satu jenis yang banyak dipakai adalah pupuk KNO3. Kandungan nutrisinya yang melimpah memang menjadi daya tarik. Bagi anda yang belum tahu tentang KNO3, dibawah ini ada ulasan mengenai pengertian, kandungan nutrisi dan manfaatnya bagi tanaman.

Apa itu Pupuk KNO3?

Mungkin masih banyak yang asing tentang apa sih itu pupuk KNO3, karena memang pupuk ini digunakan untuk keperluan tertentu pada tanaman.

Apa itu Pupuk KNO3
Apa itu Pupuk KNO3

Namun dalam dunia pertanian-pun pupuk ini cukup akrab di gunakan yang mana secara garis besar untuk merangsang pertumbuhan tanaman.

1. Penjelasan Pupuk KNO3

Pupuk KNO3 merupakan jenis pupuk kimia yang memiliki kandungan kalium dan nitrogen dalam bentuk nitrat dan mudah terserap oleh tanaman. Hal ini membuat nitrogen dari KNO3 tidak mudah menguap sehingga bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh tanaman. Kalium dan nitrogen merupakan zat penting yang dibutuhkan oleh tanaman.

KNO3 cukup efektif diberikan pada tanaman karena mampu memberikan kalium dan nitrogen dalam satu kali pengaplikasian. Penggunaan pupuk ini biasanya dilakukan pada masa-masa awal penanaman untuk merangsang pertumbuhan tanaman.

KNO3 merupakan jenis pupuk yang mudah terurai begitu disebarkan ke tanah sehingga petani sering mencampurnya dengan air. Setelah itu baru disiramkan ke area akar tanaman dengan maksud agar cepat terserap.

2. Jenis-jenis Pupuk KNO3

Terdapat dua jenis pupuk yang masuk dalam kategori KNO3 yaitu merah dan putih. Pupuk KNO3 merah berbentuk kristal merah dan mempunyai sifat yang mudah larut ketika bercampur dengan air.

Selain itu pupuk jenis ini mampu memberikan reaksi netral dan cocok untuk memenuhi unsur kalium pada tanaman terutama yang sensitif terhadap klorida. KNO3 merah dapat digunakan pada tanah dengan pH asam karena tidak menyebabkan keasaman.

Sedangkan pupuk KNO3 putih berbentuk kristal putih dan mudah larut dalam air. KNO3 putih mampu menyuburkan tanaman, mencegah penyakit, dan menghasilkan panen yang berkualitas tinggi.

Kelebihan itulah yang membuat KNO3 putih lebih cocok digunakan sebagai pupuk susulan saat tanaman sudah memiliki bunga dan umbi.

Kandungan Nutrisi Pupuk KNO3

Dalam komposisi nutrisinya ada perbedaan dari KNO3 merah dan KNO3 putih. KNO3 merah mempunyai nutrisi lebih banyak yaitu nitrogen, kalium, natrium, dan boron.

Kandungan Nutrisi Pupuk KNO3
Kandungan Nutrisi Pupuk KNO3

KNO3 putih mengandung 2 nutrisi nitrogen dan kalium. Perbedaan inilah yang membuat keduanya juga mempunyai peran tersendiri sesuai usia tanaman. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut ini.

1. Nitrogen

Salah satu komponen penting yang dibutuhkan tanaman adalah nitrogen. Fungsinya adalah mengikat protein, asam nukleat, dan klorofil pada tanaman. Tingkat kandungan nitrogen pada pupuk KNO3 putih sebesar 13% dan KNO3 merah 15%. Sebagian besar nitrogen yang diserap oleh tanaman berasal dari tanah dengan bantuan mikoorganisme.

Dengan kebutuhan nitrogen yang cukup pertumbuhan tanaman akan lebih cepat dengan produktivitas yang baik. Pada saat tanaman kekurangan nitrogen pertumbuhannya akan terhambat Belum lagi efek klorosis atau gagalnya pembentukan klorofil pada daun.

Ciri dari tanaman yang kurang nitrogen adalah batang, daun, dan tangkainya akan berwarna ungu akibat kelebihan pigmen antosianin.

Pada lingkungan pertanian, tanaman yang dapat tumbuh tinggi menunjukkan bahwa tanah yang dipakai sebagai media tanam memiliki kecukupan nitrogen. Pemberian pupuk KNO3 tentu saja memberikan tambahan jumlah nitrogen pada tanah.

Hal ini cocok diaplikasikan pada tanaman yang membutuhkan banyak nitrogen seperti jagung. Penggunaan KNO3 dilihat dari kandungan nitrogennya lebih baik jika dibandingkan dengan pupuk urea yang dapat meningkatkan keasaman tanah.

2. Kalium

Kandungan kalium pupuk KNO3 putih mencapai 45% yang berbentuk kalium oxide, sedangkan KNO3 merah 14%. Kalium berguna untuk meminimalisir terjadinya proses penguapan air sehingga tanaman lebih cepat beradaptasi jika terjadi kekeringan.

Kalium bersifat mudah larut dalam air dan tanah. Penggunaannya juga efektif untuk membantu pemenuhan kalium pada tanaman yang sensitif terhadap unsur klorida.

Kalium bekerja secara mobile, sehingga kandungan atom yang terdapat pada tumbuhan dapat terjaga keseimbangannya. Selain itu kalium dapat meningkatkan daya tahan tanaman dari serangan hama dan penyakit.

Saat kekurangan zat kalium, tanaman akan mengalami nekrosis dan klorosis interveinal. Hal ini akan mengakibatkan tanaman cepat layu atau terserang jamur patogen.

3. Natrium

Pemberian pupuk KNO3 pada tanaman
Pemberian pupuk KNO3 pada tanaman

Jumlah zat natrium pada KNO3 merah sebanyak 18%. Natrium berfungsi untuk mengatur pembentukan umbi pada tanaman. Selain itu natriun dapat mencegah umbi membusuk serta mampu menggantikan peran kalium sebagai pembuka stomata.

Meskipun bukan merupakan unsur hara yang sangat dibutuhkan tanaman, kegunaannya tetap penting. Keberadaan natrium membuat tanaman bekerja lebih keras untuk menyerap air. Jadi penggunaan pupuk KNO3 sangat direkomendasikan pada wilayah dekat laut yang kadar garam tanahnya tinggi.

4. Boron

KNO3 merah mengandung unsur boron sebesar 0,05%. Sebenarnya tanaman sangat sedikit sekali membutuhkan boron. Namun peran unsur boron sangat penting karena membantu pembentukan sel, dan mengatur kelancaran distribusi karbohidrat pada tanaman.

Fungsi lainnya adalah sebagai penjaga kualitas tanah dan air dari berbagai macam racun berbahaya akibat pemakaian pupuk yang tidak diatur. Selain itu boron mampu mencegah berkembangnya bakteri parasit yang merugikan tanaman. Pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme juga akan meningkat berkat unsur boron.

Manfaat Pupuk KNO3 Untuk Tanaman

Kandungan unsur yang berbeda-beda antara KNO3 merah dan putih membuatnya memiliki fungsi masing-masing baik untuk pertumbuhan maupun perawatan tanaman. Apabila dipakai dengan takaran yang tepat KNO3 akan memberikan dampak positif seperti dibawah ini.

1. KNO3 Merah

KNO3 Merah
KNO3 Merah

Kandungan unsur nitrogen, kalium, natrium, dan boron pada pupuk KNO3 merah membuatnya cocok digunakan saat awal penanaman. KNO3 merah mampu mempercepat pertumbuhan tanaman terutama pada bagian bunga dan buah.

Produktivitas tanaman juga menjadi lebih baik jika dilihat dari kualitas buah pada biji dan umbinya. Kandungan natriumnya mampu mencegah umbi membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Pada saat panen, hasil yang didapatkan baik buah atau sayuran akan meningkat. Berat buah yang memakai KNO3 akan meningkat karena nutrisinya tercukupi. Sedangkan untuk sayuran bisa dilihat pada daunnya yang lebat. Tanaman juga lebih tahan terhadap kekeringan karena unsur natriumnya mampu mencegah penguapan uap air pada tanaman.

2. KNO3 Putih

KNO3 Putih
KNO3 Putih

Dibandingkan dengan pupuk KNO3 merah yang lebih cocok untuk merangsang pertumbuhan tanaman, KNO3 putih sangat bagus jika digunakan untuk perawatan.

Hal ini dikarenakan kandungan unsur kaliumnya mampu mencegah rontoknya bunga dan buah secara berlebihan. Tanaman juga akan lebih tahan terhadap serangan jamur patogen dan penyakit.

KNO3 putih dapat meningkatkan kandungan nutrisi pada buah dan jumlah buah yang dihasilkan. Rasa yang terdapat pada buah juga lebih terasa. Unsur natriumnya memberikan rangsangan pada pertumbuhan jumlah anakan tanaman. Hal inilah yang membuat KNO3 banyak digunakan oleh petani buah terutama semangka, dan melon.

Itu tadi adalah penjelasan mengenai pengertian pupuk KNO3, kandungan nutrisi, serta manfaatnya bagi tanaman. Kandungan nutrisinya yang lebih baik membuat KNO3 unggul dari segi kualitas tanaman jika dibandingkan dengan pupuk organik. Penggunaan pupuk kimia memang memberikan hasil yang memuasakan namun jika berlebihan akan merusak kesuburan tanah dan tanaman itu sendiri.

Leave a Reply