Cara Panen Ulat Jerman

Teknik dan Cara Budidaya Ulat Jerman yang Benar

Budidaya Ulat Jerman | Jika mendengar kata ulat pasti banyak diantara kita yang merasa jijik dan enggan untuk menatap apalagi membudidayakannya. Berbeda dengan ulat yang sering kita jumpai, ulat jerman memiliki berbagai keuntungan.

Budidaya Ulat Jerman
Budidaya Ulat Jerman

Ulat jenis ini digunakan sebagai bahan pakan burung kicauan, pakan reptile peliharaan, atau pakan ikan hias. Yang terpenting, hewan satu ini bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan kosmetik.

Bahkan ada beberapa orang yang menggunakan ulat jerman sebagai bahan makanan untuk dikonsumsi. Karena banyak yang mencari, menjadikan budidaya ulat jerman sebagai prospek usaha yang cukup menjanjikan.

Jika Anda berminat untuk melakukan pembudidayaan terhadap ulat jerman, ada beberapa cara budidaya yang benar dan menguntungkan jika diikuti.

Pembibitan Ulat Jerman

Bibit Kumbang
Bibit Kumbang

Tentu saja dalam budidaya hewan memilih bibit adalah hal pertama yang harus dilakukan, tak terkecuali dengan budidaya ulat jerman. Karena pemilihan bibit sangat mempengaruhi hasil panen nantinya sehingga harus dilakukan dengan benar.

Bibit ulat jerman bisa Anda dapatkan di pedagang atau peternak ulat jerman lain. Ada bibit yang sudah berbentuk kumbang siap telur, dijual per kotak dengan isi 500 ekor kumbang setiap kotaknya.

Selain dalam bentuk kumbang, bibit ulat jerman juga dijual dalam bentuk ulat. Bibit ulat jerman yang berbentuk ulat harus berusia sekitar 4 hingga 6 bulan, hal tersebut bertujuan agar bibit bisa hidup lebih lama dan hasil ulat memiliki kualitas tinggi.

Untuk pemula, jangan dulu membeli bibit terlalu banyak cukup satu kotak kumbang atau satu kilogram bibit ulat. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memilih bibit berbentuk ulat dalam beternak ulat jerman selain umur.

Bibit ulat jerman harus memiliki tubuh yang besar dengan rata-rata panjang 15 mm dan lebar 4 mm. Besar tubuh bibit ulat tersebut ternyata dapat mempengaruhi kematian ulat.

Semakin besar ukuran ulat maka tingkat kematiannya akan semakin rendah. Bibit ulat yang sudah didapatkan akan menjadi kepompong ketika berumur 7 hingga 10 hari. Setelah ulat menjadi kepompong, lakukan teknik dibawah ini untuk proses pembibitan selanjutnya:

Proses Menjadi Kepompong
Proses Menjadi Kepompong

1. Teknik pengambilan kepompong

Lakukan pengambilan kepompong selama tiga hari sekali. Hal tersebut bertujuan agar kepompong yang sudah dipisah dapat menjadi kumbang secara bersama-sama.

2. Teknik memilih kepompong

Pemilihan kepompong dalam pembibitan ternak ulat jerman juga harus dilakukan tiga hari sekali. Hal-hal yang harus diperhatikan ketika memilih kepompong diantaranya adalah pilih yang sudah berwarna putih kecokelatan, ambil dengan hati-hati dan jangan sampai lecet atau terluka agar tidak mati dan membusuk.

Setelah itu taruh kepompong ke dalam kandang pembesaran dan disebar secara merata di setiap bagian kandang. Usahakan kepompong tidak menumpuk pada satu tempat saja, terakhir tutup kandang dengan rapat.

3. Perubahan kepompong menjadi kumbang

Setelah beberapa hari budidaya ulat jerman, kumbang selanjutnya akan menjadi kepompong. Jika sayap kumbang masih berwarna cokelat, jangan diambil dulu.

Ambil yang berwarna hitam mengkilap, karena kumbang tersebut sudah bisa ditelurkan. Satu kandang kotak peti berisi kurang lebih 250 gram kumbang dan jangan lupa sebar kapas sebagai alas untuk bertelur.

Pembesaran Ulat Jerman

Pembesaran Ulat
Pembesaran Ulat

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pembesaran dalam cara budidaya ulat jerman, diantaranya adalah:

1. Pisahkan kandang setiap proses metamorfosis

Ulat dan telur harus dipisahkan untuk menghindari telur yang masih kecil dimakan oleh ulat. Pisahkan setiap tahapan metamoforsis yaitu ulat, kepompong, dan kumbang dalam kandang yang berbeda agar panen lebih maksimal.

2. Bersihkan kandang agar ulat terhindar dari penyakit

Membersihkan kandang ulat secara intensif juga harus diperhatikan agar ulat terhindar dari virus dan penyakit. Lakukan penyemprotan kandang paling tidak satu bulan sekali.

3. PemBerian Pakan

Lakukan pemberian pakan secara benar dan sesuai aturan agar ulat cepat berkembang.

4. Pemberian Minum

Pemberian minum dalam ternak ulat jerman yaitu dengan memberikan potongan buah yang sudah dibersihkan sehari sekali pada jam yang sama, misalnya hari ini diberikan pukul 10.00 pagi maka besoknya juga harus jam 10.00 pagi.

Lakukan pemberian minum secara teratur selama 3 bulan, setelah 3 bulan biasanya ulat jerman sudah siap untuk dipanen.

Kondisi kandang Ulat Jerman

Kandang Ulat Jerman
Kandang Ulat Jerman

Kondisi kandang ternyata juga berpengaruh dalam keberhasilan panen ulat jerman. Berikut ini beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika memilih kandang untuk budidaya ulat jerman:

  1. Jaga kelembaban kandang, jangan biarkan terlalu lembab karena dapat menyebabkan penyakit pada ulat. Selain itu tempat yang lembab juga akan mengundang hama masuk ke dalam lokasi kandang.
  2. Jauhkan dari sumber hama seperti semut, tikus, dan sebagainya. Misalnya dengan memberikan oli atau air pada setiap pegangan meja.
  3. Suhu ideal kandang ulat jerman adalah 22-28 derajat celcius.
  4. Usahakan kandang tidak kering, dan jika udara terlalu dingin bisa menambahkan lampu penghangat.
  5. kandang ternak ulat jermanterbuat dari kayu yang berbentuk kotak.
  6. kandang ulat dan kandang kumbang paling tidak memiliki perbedaan ukuran 2cm. Jika kandang ulat berukuran 40 x 60cm maka kandang kumbang yaitu 38 x 58 cm. Hal tersebut bertujuan agar kandang kumbang bisa masuk ke dalam kandang ulat. Tinggi dari kedua kandang sama yaitu sekitar 12 cm.

Pakan Ulat Jerman

Pakan Ulat
Pakan Ulat

Pakan yang baik diberikan pada ulat jerman adalah campuran dari dedak gandum dan pakan ayam dengan perbandingan pemberian pakan yaitu 2:1.

Berikan pakan sebanyak 100 hingga 200 gram perhari dan berikan 3 kali sehari. Untuk minumnya tidak berupa air, tapi berupa buah-buahan yang sudah dipotong dan dibersihkan.

Buah yang bisa diberikan dalam budidaya ulat jermanantara lain pepaya muda, apel, atau pisang. Selain buah, sumber minuman juga bisa didapat dari berbagai macam sayuran seperti sawi, wortel, atau kentang.

Minum harus diberikan secara teratur, sehari satu atau dua kali yaitu pagi dan sore karena sangat berpengaruh terhadap perkembangan ulat jerman.

Makanan dan minuman dianggap habis jika sudah terlihat warna kehitam-hitaman. Jangan berlebihan dalam memberi pakan, sesuai kebutuhan ulat jerman saja.

Cara Panen Ulat Jerman

Cara Panen Ulat Jerman
Cara Panen Ulat Jerman

Proses terakhir dalam budidaya ulat jerman adalah memanen. Ulat yang sudah siap dipanen adalah ulat yang berukuran besar dan berusia kurang lebih 3 bulan.

Caranya yaitu, pertama pilih kotak atau kandang yang sudah siap untuk dipanen. Ambil potongan-potongan sisa makanan atau minuman yang ada di dalam kandang agar tidak mengganggu.

Setelah itu pisahkan ulat dengan kotoran menggunakan alat pengayak. Taruh hasil ayakan ke dalam wadah yang sudah Anda siapkan sebelumnya. Kotoran ulat juga bermanfaat jadi jangan dibuang begitu saja.

Jangan lupa membersihkan kandang ulat setelah panen agar kembali steril dan bisa digunakan.

Itulah teknik dan cara budidaya ulat jermanyang bisa Anda terapkan jika berniat melakukan usaha ini. Perhatikan setiap proses dengan teliti agar menghasilkan panen yang memuaskan.

Leave a Reply