Budidaya Cacing Sutra | Cacing sutra mungkin memang tidak begitu dikenal secara umum. Namun bagi para peternak, terutama peternak ikan, cacing sutra menjadi salah satu makanan ternak yang sangat dicari.
Gizinya yang tinggi tentu akan memberikan gizi yang baik pula bagi hewan ternak. Karena itulah saat ini bisnis budidaya cacing sutra juga sangat menjanjikan keuntungan.

Bentuknya yang sangat kecil dengan tekstur tubuh lembut dan lunak serta hidup berkelompok membuat cacing ini juga sering disebut sebagai cacing rambut.
Jenis cacing ini hidup di dasar perairan dengan membuat lubang lumpur sebagai tempat tinggal. Untuk Anda yang berniat menjadikan cacing sutra sebagai budidaya, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan seperti berikut.
Pembibitan Cacing Sutra
Hal paling penting dalam melakukan budidaya cacing sutra adalah proses pembibitannya. Untuk mendapat bibit cacing sutra sebenarnya tidak sulit. Anda bisa mencari di sawah atau membeli bibitnya.
Jika sudah mendapatkan bibitnya, proses pembibitan pun bisa Anda mulai dengan langkah sebagai berikut:
1. Pilih Bibit Cacing Sutra Terbaik

Tahap pembibitan pertama dan paling penting dalam beternak cacing sutra adalah memilih bibit terbaik. Pastikan Anda memilih bibit berkualitas serta memiliki daya tahan lama.
Ciri bibit berkualitas ini bisa dilihat dari gumpalannya. Cacing sutra berkualitas gumpalannya mirip rambut dengan gerakan dari cacing yang relatif cepat. Jika tidak memiliki ciri tersebut, maka bisa jadi bibit tersebut bukan bibit unggul.
2. Pisahkan Bibit Cacing Sutra dari Tiap Gumpalannya
Setelah mendapatkan bibit cacing sutra yang berkualitas, langkah pembibitan selanjutnya adalah memisahkan bibit-bibit tersebut antara satu gumpalan dengan gumpalan lainnya.
Kemudian pindahkan ke dalam wadah atau bak yang berisi air bersih. Tahap ini disebut dengan tahap karantina tujuannya agar bibit cacing terhindar dari bakteri penyebab penyakit ataupun logam-logam berbahaya. Proses karantina ini berlangsung selama 2-3 hari.
3. Pastikan Kebersihan Lahan Pembibitan

Tahap terakhir juga tak kalah penting dalam pembibitan cacing sutra adalah memastikan agar lahan pembibitan selalu dalam keadaan bersih. Pastikan agar lahan pembibitan ini selalu dialiri air bersih dan mendapatkan oksigen yang cukup. Aliran airnya cukup aliran dengan volume kecil.
Pembesaran Cacing Sutra
Setelah melalui tahap pembibitan dan karantina, bibit cacing sutra sudah siap dipindahkan ke dalam media budidayanya. Tahap pembesaran cacing sutra ini diawali dengan memindahkan bibit yang sudah siap ke media budidaya.

Dalam melakukan tahap ini juga ada langkah-langkah yang harus diperhatikan agar tingkat keberhasilan budidaya cacing sutra Anda semakin tinggi. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut.
1. Pindahkan Bibit Cacing Sutra dengan Cepat dan Tanpa Tersentuh Tangan
Saat melakukan budidaya cacing sutra, bibit berkualitas adalah kunci dari keberhasilan budidaya. Tak hanya memilih bibit, saat memindahkan bibit yang sudah siap ke dalam media budidaya juga harus diperhatikan.
Pindahkan bibiy cacing dari media karantina ke media budiaya dengan cepat dan tanpa terkontaminasi tangan. Hal ini karena suhu dari tangan Anda bisa mempengaruhi suhu cacing bahkan bisa membuat cacibg cepat mati.
Selain itu, jika tidak cepat dipindahkan, ada kemungkinan cacing menjadi stres dan cepat mati.
2. Perhatikan Debit Air pada Media Budidaya
Selain proses pemindahan bibit, dalam tahap pembesarannya, debit air di dalam wadah budidaya juga harus diperhatikan. Selama proses pemeliharaan cacing sutra, debit air yang paling sesuai adalah 5-7 cm.
Debit ini dianggap paling sesuai agar cacing bisa berkembang biak dengan baik. Selain itu, debit yang sesuai juga akan mempengaruhi kadar oksigen di dalam air yang nantinya juga akan berpengaruh pada siklus hidupnya.
Kondisi Kandang/Kolam Budidaya Cacing Sutra
Hal selanjutnya yang juga harus diperhatikan selama budidaya cacing sutra adalah kondisi kandang atau kolam budidayanya. Membudidayakan cacing sutra sebenarnya bisa menggunakan dua media, yaitu media lumpur dan media air.

Jika memilih media lumpur, pastikan Anda memilih lumpur di area persawahan yang baik dan tidak mengandung logam. Selain itu, media lumpur juga harus terus dialiri air.
Namun jika Anda memilih menggunakan air sebagai media dalam beternak cacing sutra, pastikan Anda memperhatikan hal-hal di bawah ini agar proses budidaya Anda bisa berhasil.
1. Buat Media Budidaya dari Nampan yang Besar
Membuat media budidaya yang baik untuk cacing sutra adalah hal yang harus dilakukan agar perkembangannya juga bisa lebih baik. Untuk media air, Anda bisa menggunakan nampan plastik besar sebagai wadah untuk media airnya.
2. Susun Nampan Seperti Rak
Jika sudah, selanjutnya tinggal susun nampan-nampan tersebut seperi rak. Hal ini nantinya akan memudahkan dalam mengalirkan air untuk media budidayanya. Jangan lupa setelah menata seperti rak, isi wadah-wadah tersebut dengan air bersih sebagai area pembesaran cacing sutra.
3. Alirkan Air dari Susunan Nampan Paling Atas
Terakhir, jangan lupa selalu mengalirkan air ke dalam wadah-wadah tempat cacing sutra itu tumbuh. Caranya Anda bisa mengalirkan air dari wadah paling atas sehingga air bisa selalu mengalir. Jangan lupa juga untuk mengatur debit air yang mengalir agar tidak terlalu deras.
Pemilihan Pakan Cacing Sutra
Faktor berikutnya yang harus diperhatikan dalam budidaya cacing sutra adalah pakannya. Cacing sutra yang menjadi sumber protein tinggi bagi hewan ternak juga membutuhkan nutrisi.
Untuk memenuhi nutrisi cacing sutra, berikan pakan yang mengandung nutrisi tinggi. Umumnya, makanan cacing sutra adalah bahan-bahan organik yang sudah difermentasi sebelumnya.
Apa saja makanan yang bisa diberikan pada cacing sutra? Berikut beberapa diantaranya.
1. Ampas Tahu Fermentasi

Ampas tahu mengandung banyak protein dan jamur yang akan mempengaruhi kebutuhan nutrisi pada cacing sutra. Fermentasi ampas tahu akan membuatnya lebih lembek dan mempertinggi kandungan nutrisi di dalamnya.
2. Sawi yang Sudah Difermentasi
Selain ampas tahu, sayuran seperti sawi yang sudah difermentasi juga menjadi sumber protein tinggi untuk cacing sutra. Hancurkan dulu sawi lalu fermentasi bubur sawi untuk diberikan sebagai sumber protein cacing sutra.
3. Tepung Ikan

Beberapa orang juga menggunakan tepung ikan sebagai makanan cacing sutra karena selain sudah memiliki nutrisi, tepung ikan juga lebih mudah didapat. Jika ingin mendapat hasil panen melimpah, Anda bisa menambahkan kotoran ayam yang juga sudah difermentasi.
Cara Panen Cacing Sutra

Proses terakhir dari cara budidaya cacing sutra adalah panen. Ada trik khusus yang bisa Anda terapkan saat memanen cacing sutra, yaitu:
1. Tutup Wadah Cacing Sutra dengan Kain Gelap
Yang harus Anda ketahui adalah cacing sutra bisa dipanen setelah 70-75 hari. Saat memanen caranya gunakan kain hitam untuk menutup permukaan wadah media cacing. Jika tidak ada Anda bisa meletakkan wadah di dalam ruangan yang gelap.
2. Diamkan Selama 5-6 Jam
Setelah ditutup, biarkan selama 5-6 jam lalu buka penutupnya. Saat dibuka perhatikan apa yang terjadi pada cacing-cacing di dalamnya. Pindahkan cacing-cacing pita yang ada di dalamnya dengan menggunakan jaring ikan berukuran kecil atau bisa juga dengan sendok.

Itulah tadi penjelasan lengkap tentang tata cara budidaya cacing sutra yang bisa Anda terapkan. Dengan memperhatikan prosesnya, mulai dari memilih bibit, membuat kolam, memilih makanan hingga cara memanen, peluang keberhasilan saat panen cacing sutra juga akan semakin besar.