Vanili

Intip Yuk ! Inilah Cara Budidaya Vanili Agar Berbuah Lebat

Cara Budidaya Vanili | Vanili merupakan tanaman yang sering dimanfaatkan sebagai bahan baku es krim, sirup, dan penyedap aroma makanan. Di Indonesia, harga vanili selalu meningkat setiap tahunnya.

Terbukanya peluang ekspor membuat banyak petani mempelajari cara budidaya vanili. Bahkan budidaya vanili dilakukan secara besar-besaran di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Aceh, Lampung, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.

Tidak menutup kemungkinan, daerah lain bisa menjadi wilayah budidaya vanili mengingat tanaman ini cocok dibudidayakan di daerah tropis seperti Indonesia.

Vanili
Vanili

Pentingnya Memahami Cara Budidaya Vanili

Guna meningkatkan produksi vanili di Indonesia, petani perlu meningkatkan cara budidaya vanili dan penanganan pasca panen. Apalagi setiap tahun, negara penghasil vanili kian bertambah.

Dengan kondisi seperti ini, kualitas akan lebih berperan dibandingkan kuantitas. Secara kualitas, vanili Indonesia lebih unggul daripada vanili hasil negara lain. Vanili Indonesia mengandung 2.75% Vanilin.

Sementara Vanili negara lain mengandung sedikit vanili, contohnya Reunion hanya 2.3% dan Meksiko hanya 1.5%. Kondisi iklim Indonesia yang tropis membuat kandungan vanili Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara lain.

Dan kondisi ini bisa terus ditingkatkan asalkan budidaya dan pengelolaan pasca panen dijalankan dengan tepat.

Budidaya Vanili
Budidaya Vanili

Mempelajari Cara Budidaya Vanili

Telah diutarakan bahwasannya perlu meningkatkan cara budidaya vanili untuk meningkatkan kuantitas dan kualitasnya. Apalagi saat ini sudah banyak pesaing dari negara lain yang ikut membudidayakan vanili.

Oleh karena itu, penting sekali mengetahui proses budidaya vanili yang tepat mulai dari penanaman hingga pemanenan. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak uraian berikut.

1. Persiapan Lahan

Lahan Vanili
Lahan Vanili

Tanaman Vanili membutuhkan suhu hangat sehingga Anda harus memilih lokasi tanam yang bersuhu 18-23 derajat celcius. Selain itu, usahkan agar lahan memiliki pencahayaan yang cukup dan tidak terlalu panas.

Jangan lupa memperhatikan kelembaban dan tekstur tanahnya. Karena tanah yang cocok untuk pertumbuhan vanili adalah yang bertekstur gembur dan sedikit lembab.

Sebelum menanam, jika tanah kurang gembur bahkan kering, Anda harus menyiramnya sehingga kelembabannya pas. Selain itu, lakukan pemupukan dengan kompos atau pupuk kandang yang ramah lingkungan sehingga tidak akan mengubah tekstur tanah.

Terakhir, jika kondisi lahan masih dirasa panas, Anda bisa menanam beberapa tumbuhan tinggi sehingga udara sekitar menjadi lebih sejuk.

2. Pembibitan

Pembibitan
Pembibitan

Bibit Vanili berupa stek dapat dibeli di koperasi tani ataupun toko tanaman. Namun jika Anda hendak menanam vanili dari biji, pilihlah biji yang sudah tua, lalu jemur terlebih dahulu.

Sayangnya, menggunakan biji akan memakan waktu yang lama. Jadi sebaiknya Anda menggunakan bibit stek saja. Adapun cara budidaya vanili dengan memilih bibit stek vanili harus dalam kondisi tidak cacat sedikit pun.

Anda juga harus memastikan bahwa stek tersebut memiliki panjang 30-40 cm, berkualitas, dan layak tanam.

Jika tidak dapat membeli stek, ambillah stek dari tanaman vanili milik tetangga atau kerabat Anda. Stek yang diambil secara langsung dari pohon harus memiliki batang yang tua dan ukuran pohon induk mencapai ketinggian 2-3 m.

Setelah mendapatkan bibit, cara budidaya vanili selanjutnya adalah mempersiapkan bibit. Pertama, bersihkan bibit vanili dengan lap atau tisu, lalu masukkan bibit ke dalam baskom atau ember berisi air selama 10-15 menit.

Selanjutnya ambil stek dari dalam air. Kurangi air dari baskom tersebut. Bersihkan stek vanili hingga kering.

Setelah stek vanili kering, masukkan ujung stek ke dalam baskom tadi, tambahkan pupuk cair, dan diamkan selama 5-7 hari. Untuk mengetahui apakah pembibitan berhasil atau tidak, perhatikan ujung stek yang direndam.

Jika muncul daun tunas yang mengarah ke bagian bawah dari stek yang direndam, artinya pembibitan berhasil.

3. Penanaman

Penanaman Vanili
Penanaman Vanili

Cara budidaya vanili selanjutnya adalah penanaman. Untuk menanamnya, Anda bisa memilih di lahan luas atau pot jika tidak memiliki lahan. Jika Anda menanam di lahan, pastikan lahan sudah dalam keadaan bersih dan lembab.

Berikan pupuk tambahan sambil kembali menggemburkan tanah. Selanjutnya buatlah lubang tanam dengan ukuran sedang. Tanamlah bibit vanila di dalam lubang tersebut, timbun kembali dengan tanah, dan padatkan agar bibit vanili berdiri kokoh.

Selanjutnya tancapkan kayu penyangga di dekat bibit stek, ikat menggunakan tali rafia. Jika tidak memiliki lahan, Anda bisa menanam vanili di pot dengan menggunakan pot berukuran cukup besar karena tinggi vanili bisa mencapai > 4 meter.

Lalu isi pot dengan media tanam yang terdiri dari campuran tanah, pupuk kandang ataupun pupuk kompos, dan sekam dengan menggunakan perbandingan 2 : 1 : 1. Buatlah lubang tanam berukuran sedang, lalu tanam bibit.

Tutupi tanah menggunakan campuran tanah, pupuk, dan sekam, lalu padatkan tanah. Sama seperti penanaman di lahan, tancapkan penyangga berupa kayu ataupun besi di dekat bibit stek dan ikat dengan tali rafia.

4. Penyiraman

Perawatan
Perawatan

Penyiraman adalah langkah penting dalam cara budidaya vanili karena akan menghasilkan buah berkualitas. Jika tanah sangat kering, siramlah tanah hingga menjadi agak lembab.

Jika tidak terlalu kering, siramlah dengan sedikit air. Anda harus mengusahakan agar tanah tidak terlalu kering tapi tidak terlalu basah. Saat akan menanam vanili, pastikan Anda menyesuaikan kondisi cuaca.

Jika cuaca sedang hujan, Anda cukup menyiram sekali bahkan tidak perlu menyiram sama sekali. Normalnya, tanaman vanili disiram 2 kali sehari.

5. Pemupukan

Selain penyiraman, pemupukan juga tidak kalah penting dalam praktik cara budidaya vanili. Pemupukan dengan pupuk kompos ataupun pupuk kandang harus dilakukan 2 minggu sekali saat tanaman berusia 3-5 bulan. Jika vanili baru ditanam, pemupukan harus dilakukan 1 minggu sekali.

6. Pengendalian Hama Penyakit

Pengendalian Hama
Pengendalian Hama

Biasanya tanaman vanili diserang oleh Ngengat Putih yang menghisap cairan daun saat musim kemarau. Akibatnya daun vanili menguning dan mati. Untuk mengendalikan hama ngengat putih, Anda harus menyemprotkan insektisida Decis, Masrshall, ataupun Curacon 7-10 hari sekali.

Sementara penyakit yang menyerang tanaman vanili adalah Busuk Batang yang disebabkan oleh Jamur Fusarium oxysporum f.sp. Vanillae. Hingga saat ini belum ditemukan varietas vanili yang tahan terhadap penyakit ini.

Namun untuk pencegahannya, Anda bisa melakukan cara-cara seperti menanam bibit yang bebas dari busuk batang, tidak menginjak tanaman vanili, menanam kucai ataupun bakung di sekitar tanaman vanili, tidak menggunakan pupuk kandang dari kotoran ayam, melakukan pengolesan fungisida pada pangkal batang vanili selama musim penghujan, dan membuat saluran drainase agar lahan tidak tergenang air.

7. Panen

Panen Vanili
Panen Vanili

Untuk memperoleh buah vanili bermutu baik, pemetikan harus dilakukan bertahap dan menggunakan gunting pangkas. Buah vanili yang siap dipanen memiliki warna hijau yang memudar, ujung polong menguning namun tidak pecah, dan umumnya kondisi ini terjadi 8-9 bulan sesudah penyerbukan.

Jika polong vanila dipanen pada usia yang tepat, vanili keringnya akan mengkilap, berdaging, berwarna cokelat kehitaman, beraroma khas, dan mengandung banyak vanilin.

Jika dalam praktik cara budidaya vanili, buah dipetik terlalu cepat, pengolahannya akan menghasilkan vanili dengan aroma yang kurang.

Olahan Vanili
Olahan Vanili

Itulah ulasan singkat dan padat mengenai cara budidaya vanili. Saat ini vanili sudah menjadi komoditas ekspor yang menguntungkan. Semua negara berlomba-lomba mengekspor vanili terbaik milik mereka.

Agar tidak kalah bersaing, kita harus memanfaatkan iklim tropis Indonesia untuk menghasilkan vanili berkualitas terbaik. Dengan demikian, vanili Indonesia bisa dikenal dunia dan mensejahterakan petani kita.

Leave a Reply