Pakan Walet

✌ Omset Puluhan Juta dari Budidaya Walet, Petani Wajib Tahu!

Budidaya Walet | Budidaya walet sangat menjanjikan karena merupakan komoditas ekspor dan mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan. Ada yang beramai-ramai membangun gedung tinggi dan bertingkat, ada pula yang memanfaatkan ruangan kosong untuk mengusahakan walet sebagai usaha rumah tangga.

Selain itu, manfaatnya yang beraneka ragam untuk kesehatan menjadi magnet bagi orang untuk memulai usaha budidaya ini. Sarangnya bermanfaat untuk menghancurkan toksin pada tubuh, berguna untuk kulit dan pertumbuhan sel baru, dan menjaga keseimbangan energi.

Ada 5 hal utama yang harus diperhatikan bagi pemula yang ingin membudidayakan walet.

Budidaya Walet
Budidaya Walet

Cara Pembibitan Burung Walet

Pembibitan adalah hal mendasar yang akan menjadi cikal bakal keberhasilan membudidayakan burung walet. Pembibitan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan induk sriti sebagai induk yang digunakan untuk pembibitan ataukah Pembibitan juga dapat dilakukan dengan menggunakan telur burung walet.

1. Menggunakan Indukan

Indukan Walet
Indukan Walet

Sifat burung walet yang berkoloni membuat mudah jika ingin memulai usaha budidaya walet dan memulai pembibitan dengan mencari indukan.

Sifatnya yang berkoloni mempermudah untuk memancing kawanan burung ini untuk bersarang dan dapat indukan tersebut sebagai sarana untuk pembibitan.

Cara memancing kawanan tersebut cukup mudah. Sediakan gedung kosong sebagai bakal sarang untuk burung walet. Kemudian memutar rekaman suara burung tersebut setiap sore yaitu dari jam 4 sampai jam 6.

2. Telur

Telur Walet
Telur Walet

Telur yang untuk bibit ini dapat ditemukan di pasar burung. Dapat juga melakukan pembelian melalui online. Karena prospeknya yang bagus, harga telurnya cukup mahal mencapai ratusan ribu untuk 30 butir.

Pilihlah telur yang berkualitas tinggi karena mempengaruhi banyaknya telur yang akan menetas. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika budidaya walet dengan telur sebagai media pembibitan.

Telur harus diperiksa dengan teliti berkualitas bagus atau tidak. Telur yang masih bagus memiliki ciri urat-urat yang masih bagus, dan tidak ada pergerakan.

Selain itu, penampilannya masih kelihatan segar. Jika pembibitan diperoleh dari telur dari kawanan walet yang sudah berhasil dipancing ke gedung, maka proses peneluran tergantung dengan burungnya dan sebaiknya tidak memilih telur mana yang akan ditetaskan.

Pembesaran Burung Walet

Pembesaran
Pembesaran

Setelah cara budidaya walet pada tahap pembibitan berhasil, tiba waktunya untuk penetasan dan membesarkan burung walet. Burung yang baru menetas sebaiknya tidak dikeluarkan dari mesin penetas selama 2 sampai 3 hari karena kondisinya yang lemah dan rawan.

Pemberian makan pada burung yang masih kecil ini sebaiknya dilakukan dengan disuapi. Rincian jika burung walet lebih besar meliputi dua poin.

1. Usia 10 hari

Anakan burung ini dapat dipindahkan ke kotak atau kandang khusus yang mempunyai fasilitas pengatur suhu didalamnya karena diperlukan pemanasan yang cukup untuk proses tumbuh. Daya kembang walet membutuhkan pemanasan yang cukup pada usia ini.

2. Usia 43 hari

Burung dapat terbang bebas dan mencari makan sendiri pada usia ini. Jika ingin menambah asupan makanan dapat ditambahkan berupa serangga kecil.

Serangga kecil ini biasanya hidup di tumbuhan-tumbuhan pendek sehingga lebih baik menanam tumpang sari di sekitarnya sehingga persediaan serangga untuk budidaya walet tersedia berlimpah.

Cara Membuat Kandang

Sarang Walet
Sarang Walet

Hal yang paling mendasar untuk memulai memelihara walet adalah persiapan kandang atau gedungnya. Lokasi sebaiknya jauh dari kebisingan karena biasanya burung ini hidup di tempat sepi dan tidak bising.

Kandangnya haruslah gelap. Sehingga diperlukan penangkal sinar pada pintu atau lubang keluar masuk walet. Suhu dan kelembabannya harusnya disesuaikan dengan kebutuhan burung ini.

Suhu terbaiknya adalah antara 24 sampai 26 derajat celcius, sedangkan kelembabannya berkisar antara 80 sampai 95%. Salah satu trik agar suhu ruangan kandangnya stabil adalah dengan menggunakan genteng pres sebagai atap kandang atau atapnya dilapisi dengan sekam.

Cara lainnya dengan membuat saluran air atau kolam di dalam gedung. Gedung ditutup rapat, hanya lubang keluar masuk walet yang dibiarkan terbuka. Sedangkan cara memilih tempatnya sebagai berikut.

1. Pemilihan Lokasi

Beternak walet juga harus mempertimbangkan tentang lokasi alami dimana walet biasanya berkembang. Biasanya hidup pada ketinggian dibawah 1000 mdpl atau daerah dataran rendah dan pantai.

Pemilihan tempat juga dapat mempertimbangkan dengan kedekatan gedung dengan sungai, pantai tetapi dapat dijangkau untuk memonitor keadaan ternak walet.

Jauhkan pula dari lingkungan burung pemangsa daging yang nantinya dapat memangsa walet. Perlu juga diberikan speaker kecil yang berfungsi agar walet merasa di alam liar dan dapat mendengar suara kawanannya.

2. Spesifikasi Gedung

Gedung Pembesaran Walet
Gedung Pembesaran Walet

Gedung ideal yang biasanya digunakan untuk budidaya walet adalah berukuran 10 x 20 meter. Bagian dalam gedung ditutup dengan plester sedangkan bagian luar gedung adalah campuran material antara pasir, kapur beserta semen.

Campuran dengan perbandingan pasir:kapur: semen adalah 3:2:1 dapat membuat suhu ruangan menjadi stabil. Atap beserta sekat-sekat sangat penting untuk tempat walet membuat sarang.

Sehingga sebaiknya memilih kayu yang sudah tua karena memiliki kekuatan untuk menyangga sarang yang dilekatkan burung walet dan tidak mudah dimakan oleh ngengat atau serangga. Pastikan pula untuk membersihkan kotoran-kotoran walet setiap dua atau tiga minggu sekali.

3. Ventilasi

Catatan penting lainnya berkaitan dengan cara beternak walet mengenai sarang burung walet adalah kelengkapan pendukung bagi sarang burung walet yaitu ventilasi.

Sebaiknya dibuat jendela diatas sarangnya sehingga burung tersebut mudah untuk bernafas dan sirkulasi udara lancar. Sebaiknya lubang-lubang oksigen tersebut diselimuti dengan kain-kain hitam dengan tekstur jarang agar pencahayaan gelap tetap terjaga.

Sediakan juga plat aluminium di sudut-sudut ruangan yang berguna untuk pengembangan sarang lanjutan.

Cara Membuat Pakan

Pakan Walet
Pakan Walet

Umumnya burung walet dapat mencari makanan sendiri terutama jika dalam gedung dibuatkan kolam dan tanaman tumpang sari. Akan tetapi, untuk menjaga keberlanjutan budidaya walet, maka perlu menjaga kualitas burung, sarang, dan telur burung walet.

Sehingga ada baiknya menyediakan asupan makanan tambahan. Yang pasti makanan kesukaannya adalah serangga kecil yang ada di persawahan.

Cara Panen

Untuk memanen burung walet, terlebih dahulu menentukan usahanya diperuntukkan untuk telur, indukan, sarang ataukah semuanya. Hal ini akan mempengaruhi teknik penetasannya. Ada dua teknik pemanenan.

1. Teknik Penetasan

Telur Walet Siap Jual
Telur Walet Siap Jual

Panen yang dihasilkan pada budidaya walet dapat berupa telur. Telur-telur tersebut dapat digunakan sebagai bibit ataupun dijual sebagai bibit. Telur yang berwarna merah muda adalah telur yang baru keluar atau berusia 1 sampai 5 hari. Teknik memanen ini disebut dengan teknik penetasan.

2. Teknik Perampasan

Sarang Air Liur Walet
Sarang Air Liur Walet

Pemanenannya dengan teknik rampasan atau membuang telur. Teknik rampasan berarti mengambil sarang-sarangnya. Panen berupa sarang walet yang berasal dari air liur walet dapat diambil pula.

Teknik membuang telur adalah mengambil sarangnya dan telurnya dibuang dan tidak digunakan untuk pembibitan.

Catatan lainnya yang paling utama yang harus diperhatikan untuk keberhasilan budidaya walet adalah mengetahui bahwa burung yang dipancing ke gedung adalah jenis burung walet.

Cirinya adalah warna seluruhnya hampir semuanya gelap, sayapnya berbentuk sabit, melengkung dan meruncing, dan tidak dapat berjalan dengan kakinya yang otomatis tidak dapat hinggap di dedahanan pohon.

Leave a Reply