Cara Mengatasi Hama Kutu Kebul

Cara Mengatasi Hama Kutu Kebul Pada Tanaman Kedelai

Cara mengatasi hama kutu kebul | Hama Bemisis Tabaci yang pada umumnya dikenal dengan hama kutu kebul atau kutu putih ini menjadi salah satu hama perusak tanaman yang perlu diwaspadai.

Termasuk dalam kategori serangga, hama berukuran 1 – 1,5 mm ini menghasilkan embun madu yang menyebabkan tanaman tampak berwarna hitam sehingga berpengaruh terhadap fotosinstesis pada tanaman menjadi tidak sempurna.

Cara mengatasi hama kutu kebul yang efektif dapat dilakukan dengan mempelajari ekobiologi hama untuk menekan populasinya, karena hama ini bersifat poligaf yang memiliki jenis tanaman inang.

Hama Kutu Kebul Pada Tanaman Kedelai

Hama Kutu Kebul Pada Tanaman Kedelai

Akibat serangan kutu kebul pada tanaman, hasil panen berkurang hingga 80% bahkan ada pula yang mengalami gagal panen. Hama kutu kebul juga menularkan penyakit Cowpea Mild Mottle Virus (CMMV) pada tanaman kedelai dan jenis kacang-kacangan lainnya.

Kutu kebul dewasa berwarna putih dengan sayap cenderung lebih jernih dengan tertutup lapisan lilin dan bertepung. Serangga-serangga dewasa tersebut memiliki telur berwarna kuning terang yang bertangkai runcing menyerupai kerucut. Telur kutu kebul diletakkan di permukaan bawah daun muda tanaman.

Hama kutu kebul muda maupun dewasa menghisap cairan daun sehingga tanaman kedelai yang daunnya terserang menjadi hitam dan keriting karena infeksi virus. Infeksi virus yang terjadi pada tanaman kedelai ditandai dengan munculnya gejala klorosis, belang pada daun dan mozaik, sehingga menjadi sulit dibedakan.

Cara mengatasi hama kutu kebul dapat dilihat dari gejala serangan lainnya seperti pertumbuhan tanaman terhambat dan pada serangan yang berat mengakibatkan daun keriput, polong kacang tidak berisi sampai  kekerdilan pada tanaman.

Selain menyerang tanaman kacang-kacangan (Leguminoceae), hama ini juga dapat menyerang tanaman Solanaceae (tomat, cabai, terong, kentang, tembakau), Cruciferae (lobak, brokoli, kubis, kembang kol), Compositae (krisan, letus), dan Cucurbitaceae (semangka, pare, labu, mentimun, labu air, zhucini). Selain inang pada tanaman pangan, kutu kebul juga terdapat pada gulma babadotan (Ageratum Conyzoides) dan Ipomoe Spp.

Pemicu Serangan Hama Kutu Kebul

Pemicu Serangan Hama Kutu Kebul
Pemicu Serangan Hama Kutu Kebul

Tumbuh di salah satu negara tropis, tanaman kedelai di Indonesia memiliki kompleksitas dengan berbagai macam jenis hama perusak tanaman. Perubahan iklim dan peningkatan suhu panas bumi juga menjadi faktor meningkatnya serangan kutu kebul pada tanaman kedelai.

Untuk menekan populasi hama ini, cara mengatasi hama kutu kebul misalnya dengan menjaga dan melestarikan keseimbangan ekologi.

Selain dipengaruhi oleh iklim dan cuaca, pertumbuhan populasi hama kutu kebul dipicu oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut:

1. Faktor Lingkungan

  • Cara mengatasi hama kutu kebulsalah satunya dengan insektisida. Pemberian dosis insektisida yang tidak sesuai akan berdampak pada musuh alami, resurgensi dan resistensi. Apabila pemberian insektisida pada dosis sublethal akan memicu timbulnya resugensi. Sedangkan jika pemberian dosis insektisida terlalu tinggi, maka akan mengakibatkan munculnya resistensi hama terhadap insektisida
  • Serangan hama kutu kebul cenderung lebih besar pada suhu tinggi dan tingkat kelembapan yang rendah yaitu pada saat musim kemarau kedua.
  • Cuaca yang panas juga meningkatkan populasi hama, karena pada kondisi panas siklus kehidupan hama menjadi lebih pendek, sehingga populasinya bertambah banyak.
  • Saat tanam dalam satu lahan tidak serentak, dapat memicu perkembangan populasi hama kutu kebul.

2. Faktor Budidaya

  • Kesuburan Tanah

Kondisi tanah yang subur akan berdampak positif pada pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, pada tanaman yang tumbuh kurang baik di awal akan lebih mudah diserang hama.

  • Ketersediaan Air

Air adalah komponen terpenting bagi setiap tanaman termasuk kedelai, kurangnya ketersediaan air akan memperburuk kondisi suatu tanaman disaat mengalami serangan hama. Lakukan penyiraman secara teratur untuk terhindar dari kekeringan.

  • Keserentakan Waktu Tanam

Proses tanam yang tidak serentak mengakibatkan terjadinya serangan hama, karena media tempat pertumbuhan hama selalu ada.

  • Kualitas Bibit Tanaman

Kualitas bibit kedelai yang baik menjadi penentu hasil akhir yang akan didapat, selain itu tanaman dengan daya tahan tinggi dan sehat akan lebih terbebas dari hama atau penyakit.

  • Tingkat Pengendalian Hama

Selain proses tanam yang serentak, sebaiknya untuk sistem pengendalian hama juga dilakukan secara serentak atau bersama-sama. Cara mengatasi hama kutu kebul yang dilakukan secara individu akan memicu tingkat perkembangan hama.

Cara Mengatasi Hama Kutu Kebul Pada Tanaman Kedelai

Mengatasi Hama Kutu Kebul Pada Tanaman Kedelai
Mengatasi Hama Kutu Kebul Pada Tanaman Kedelai

Menurut sistem PHT, pengambilan keputusan cara mengatasi hama kutu kebul harus berdasarkan analisis ekosistem, yang terdiri dari tiga subsistem yaitu:

1. Pemantauan

Langkah pertama adalah pemantauan secara menyeluruh pada kondisi ekosistem, populasi musuh alami, populasi gulma, populasi hama dan penyakit, gejala kerusakan tanaman, komponen biotik pertumbuhan tanaman, dan komponen abiotik kelembapan tanah, suhu, cuaca, angin serta intensitas curah hujan.

2. Pengambilan Keputusan

Langkah kedua, hasil dari pemantauan menjadi dasar pengambilan keputusan untuk menentukan bagaimana sistem pengendalian hama serta menjadi pertimbangan perlukah dalam penggunaan pestisida.

3. Tindakan Pengendalian Hama

Langkah ketiga, tindakan pengendalian hama pada lingkungan pertanian yang dikelola dapat dilakukan secara perorangan ataupun secara kelompok. Namun, untuk pengerjaannya sebaiknya dilakukan serentak dalam waktu yang sama guna menghindari pertumbuhan hama.

Alternatif komponen mengatasi hama kutu kebul pada tanaman kedelai

Selain dengan cara di atas, adapula cara alternatif yang mana bisa kita terapkan untuk mengatasi atau bahkan menghindarkan tanaman kedelai dari serangan kutu kebul.

cara alternatif mengatasi hama kutu kebul
cara alternatif mengatasi hama kutu kebul

1. Penggunaan pestisida kimia atau pestisida nabati

Sebagai upaya mengembalikan populasi hama pada azas keseimbangan. Pilihlah pestisida yang efektif dan memiliki ijin edar. Keputusan penggunaan pestisida kimia dapat dilakukan setelah diadakan analisis ekosistem.

2. Mengatasi Hama Secara Biologis

Cara mengatasi hama kutu kebul secara biologis, yaitu memanfaatkan musuh alami sebagai pengendali hama. Musuh alami tersebut bisa dari predator, jamur patogen, atau Yang termasuk predator pada hama kutu kebul antara lain dari famili Hemerobiidae, Coccinelidae, Anthocoridae, Chrysopidae.

Adapun sebagiandari famili Miridae tidak bisa menjaga populasi kutu kebul di bawah rata-rata ekonomi pada rumah kaca, tetapi predator seperti Dicyphus atau Macrolopus diidentivikasi mampu mengurangi jumlah populasi hama kutu kebul.

3. Pengendalian Secara Alami

Pengendalian alami, yaitu dengan cara mengurangi kegiatan yang dapat menghentikan perkembangbiakan musuh alami. Hal-hal tersebut misalnya seperti penyemprotan insektisidadengan dosis tinggi.

4. Pengelolaan Ekosistem

Pengelolaan ekosistem dengan upaya bercocok tanam. Cara mengatasi hama kutu kebulini membuat lingkungan tanaman menjadi tidak sesuai untuk perkembangbiakan populasi hama. Beberapa teknik bercocok tanam tersebut antara lain :

  • Mulai penanaman bibit sehat dengan daya tumbuh yang tinggi, benih yang berkualitas baik akan menghasilkan tanaman yang baik pula. Tanaman baik dan sehat mampu menangkal serangan hama atau penyakit tanaman dengan kemampuan tumbuh kembali yang relatif lebih cepat.
  • Membersihkan tanaman inang di sekitar area lahan pertanian, sisa-sisa dari tanaman lain yang dapat digunakan sebagai inang. Dianjurkan juga rotasi suatu jenis tanaman dengan tanaman non inang.
  • Melakukan penanaman tanaman penghalang di sekitar area lahan tanaman kedelai, ini bertujuan untuk memperlambat migrasi hama. Tanaman penghalang misalnya seperti tanaman jagung, tanaman jagung mampu membantu mengurangi migrasi kutu kebul.
  • Penanaman dilakukan secara serempak dalam waktu yang sama atau dengan selisih waktu yang tidak lebih dari 10 hari. Perbedaan waktu tanam yang cukup lama akan meningkatkan perkembangbiakan hama, karena ketersediaan makanan hama yang ada setiap saat.

5. Pengendalian Fisik atau Mekanik

Cara mengatasi hama kutu kebul juga dapat dilakukan dengan pengendalian mekanik dan fisik, tujuannya adalah untuk mengganggu aktivitas fisiologis hama, mengurangi populasi hama dan membentuk lingkungan fisik menjadi tidak sesuai bagi kehidupan hama.

Secara garis besar, cara mengatasi hama kutu kebul adalah sesuai dengan prinsip PHT yang ada, sehingga penanganan bisa dilakukan secara tepat. Dengan demikian budidaya tanaman Anda pun berjalan dengan baik dan terbebas dari ancaman buruk hama kutu kebul.

Leave a Reply