mengatasi hama cabai

Tips dan Cara Mengatasi Hama Cabe Agar Panen Sukses

Cara Mengatasi Hama Cabe | Cabe merupakan komoditas yang disukai masyarakat mengingat kebanyakan masyarakat menyukai cita rasa pedas yang dihasilkan oleh cabe. Cabe sendiri menyimpan banyak misteri.

Anda tidak bisa menebak kapan harganya bisa naik ataupun turun drastis. Meski demikian, para petani dan masyarakat tidak kapok menanam cabe. Terbukti saat ini cabe mudah ditemukan di pekarangan rumah masyarakat.

Sayangnya, cabe termasuk tanaman yang rentan terserang hama. Bahkan serangan hama tersebut sangat ganas hingga tak jarang menyebabkan gagal panen. Untuk menghindari hal demikian, penting sekali mengetahui bagaimana cara mengatasi hama cabe dan cara mencegahnya.

Cara Mengatasi Hama Cabe Thrips

Hama Cabe Thrips
Hama Cabe Thrips

Salah satu penyakit yang paling sering menyerang tanaman cabe adalah penyakit daun keriting. Penyakit ini berkembang dengan cepat pada musim kemarau sehingga mengakibatkan turunnya produksi cabe.

Adapun penyebab utama munculnya penyakit daun keriting adalah serangan hama Thrips. Thrips sendiri merupakan serangga jenis kutu daun yang berukuran kecil namun mudah terlihat dengan mata telanjang.

Hama Thrips bertahan hidup dengan menghisap cairan pada pucuk dan daun cabe. Air liurnya merusak sel tanaman sehingga mengacaukan perkembangan normal cabe.

Saat musim kemarau dimana suhu udara sangat tinggi, Thrips akan menetaskan telurnya hingga terjadi ledakan hama Thrips. Jika sudah seperti ini, penting sekali mengetahui cara mengatasi hama cabe Thrips.

Satu-satunya cara untuk mengatasi hama thrips adalah dengan menyemprotkan insektisida. Sebaiknya gunakan insektisida kontak berbahan aktif spektrum kecil yang mengarah pada Thrips saja.

Penyemprotan Insektisida pada Cabe
Penyemprotan Insektisida pada Cabe

Adapun bahan aktif yang cocok antara lain Metomil, Dimetoat, dan Abamektin. Anda juga dapat menggunakan air rendaman tembakau yang mengandung nikotin untuk membunuh Thrips.

Selain insektisida kontak, cara mengatasi hama cabe juga dapat ditempuh dengan menggunakan insektisida sistemik yang berbahan aktif Imadikoplorid.

Insektisida sistemik ini bekerja dengan meracuni hama thrips pada jaringan tanaman. Adapun penggunaan insektisida sistemik hanya diperbolehkan seminggu sekali pada pagi hari.

Yang perlu diingat dari penggunaan insektisida adalah dosis yang tepat karena dosis yang berlebihan dapat mengakibatkan hama justru semakin sulit diatasi. Selain itu, pastikan penggunaan insektisida tepat sasaran. Jangan sampai musuh alami Thrips seperti semut dan kepik ikut terbunuh.

Macam-macam Hama Cabe dan Cara Mengatasi Hama Cabe

Thrips bukanlah satu-satunya hama cabe. Masih ada sejumlah hama yang menyerang tanaman cabe dan berpotensi menurunkan produksi cabe. Di bawah ini akan disampaikan beberapa hama yang menyerang cabe dan bagaimana cara mengatasi hama cabe.

1. Ulat Grayak

Ulat Grayak
Ulat Grayak

Ulat yang berukuran kecil dan berwarna hijau ini biasanya berjumlah banyak. Ulat Grayak merusak cabe dengan memakan dedaunan hingga membuatnya berlubang dan menyebabkan kemampuan fotosintesis cabe terganggu.

Pada level tertentu, ulat grayak bisa menghabiskan seluruh daun cabe dan menyisakan tulang daunnya saja.

Secara teknis, cara mengatasi hama cabe ini yakni dengan memungutnya dari tanaman saat ulat grayak sedang berkeliaran pada malam hari. Bisa juga dengan memasang perangkap khusus.

Sementara secara kimiawi, hama ini bisa diatasi dengan menyemprotkan insektisida Curacron atau Prevathon pada malam hari. Selain mengatasi, lakukan pencegahan dengan menjaga kebersihan lahan, lubang mulsa, ataupun parit.

2. Tungau Merah dan Kuning

Tungau Pada Cabai
Tungau Pada Cabai

Serangan tungau pada cabe bisa dilihat pada kondisi daun menggulung ke bawah, tebal, dan kecokelatan. Lambat laun, cabe yang kecokelatan ini akan mati. Biasanya serangan tungau bersamaan dengan serangan thrips.

Cara mengatasi hama cabe satu ini yakni dengan menyemprotkan obat tungau seperti Demolish, Pegasus, dan Bamex. Untuk pencegahan, sebaiknya cabe tidak ditanam berdekatan dengan singkong.

Selain itu, Anda juga bisa mencabut tanaman yang terkena serangan tungau dan memotong pucuk tanaman yang terkena serangan untuk yang belum parah. Bekas tanaman ini kemudian dibakar agar tidak menginfeksi tanaman cabe lainnya.

3. Kutu Daun Persik

Hama ini menyerang dengan menghisap daun cabe sehingga timbul bercak kehitaman. Tanda-tanda awal keberadaan kutu daun persik adalah munculnya banyak semut.

Karena kutu daun persik menghisap daun lalu mengeluarkan zat gula yang mengundang semut. Secara teknis, cara mengatasi hama cabe ini yakni dengan menyemprotkan insektisida berbahan diafenthiuron pada sore hari.

4. Kutu Kebul

Kutu Kebul
Kutu Kebul

Saat terjadi ledakan populasi hama kutu kebul, pertumbuhan cabe akan terhambat. Kutu kebul bekerja dengan mengeluarkan cairan jelaga yang menyebabkan terganggunya fotosintesis.

Serangan kutu kebul ditandai denganadanya bercak nekrotik. Jika kondisi tidak mendukung, populasi kutu kebul bisa sangat banyak.

Adapun cara mengatasi hama cabe satu ini terbagi menjadi tiga yaitu penanganan teknis, kimiawi, dan alami. Secara teknis, Anda dapat menggunakan perangkap kuning dan menanam jagung di sekitar cabe.

Bisa juga melakukan tumpang sari antara cabe dan tanaman tegetes. Secara kimiawi, kutu kebul dapat diatasi dengan penggunaan pestisida seperti Permethrin, Amitraz, Deltametrin, dan Imidacloprid.

Sementara secara alami, penanganan dapat dilakukan dengan memanfaatkan parasitoid (Encarcia adrianae), predator (Menochilus sexmaculatus), dan patogen serangga (Paecilomyces farinorus).

5. Kutu Daun

Kutu Daun
Kutu Daun

Hama satu ini menyerang daun muda sehingga daun cabe mengkerut dan mengeriting. Serangan kutu daun menyebabkan pertumbuhan cabe terhambat.

Selain itu, kutu daun juga mengeluarkan embun madu yang mendatangkan semut dan cendawan jelaga, yang keberadaannya dapat membuat cabe membusuk.

Cara mengatasi hama cabe kutu daun secara teknis yakni dengan menginvestasikan musuh alami cabe seperti Cresson. Sementara secara kimiawi, pengendalian dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida berbahan fipronil pada sore hari.

6. Lalat Buah

Lalat Buah
Lalat Buah

Serangan hama lalat buah ditandai dengan keberadaan titik-titik hitam pada pangkul cabe yang menyebabkan cabe jatuh dari tangkainya dan membusuk.

Lalat buah bekerja dengan menetaskan telurnya ke dalam cabe dan berkembangbiak di dalamnya. Telur yang menetas dan menjadi larva akan merusak cabe hingga berwarna kuning pucat, kecokelatan, dan layu.

Umumnya serangan lalat buah mewabah saat musim hujan. Adapun cara mengatasi hama cabe satu ini yakni dengan memanfaatkan musuh alami cabe seperti pupa dan semut, melakukan rotasi tanaman, dan menyemprotkan insektisida Regent, Matador, ataupun Curacorn.

7. Ulat Tanah

Ulat tanah
Ulat tanah

Dibanding hama lainnya, ulat tanah memiliki ukuran yang besar seperti pulpen. Ulat tanah menyerang hampir seluruh bagian tanaman, baik itu daun, batang, maupun buah.

Namun buah-lah yang paling sering diserang. Ulat tanah biasanya bersembunyi di dalam tanah pada siang hari dan cenderung aktif pada malam hari. Pada level tertinggi, ulat tanah dapat merusak berhektar-hektar cabe hanya dalam waktu satu malam saja.

Oleh karena itu, penting sekali mengetahui bagaimana cara mengatasi hama cabe satu ini.

Secara teknis, hama ulat tanah dapat diatasi dengan menyemprotkan bahan kimia seperti Matador dan Curacron pada malam hari. Sementara secara teknis, Anda cukup merawat kebersihan lahan cabe.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai hama yang menyerang cabe dan bagaimana cara mengatasi hama cabe. Semoga ulasan di atas dapat membantu Anda dalam menanam dan memelihara tanaman cabe. Dengan begitu, cabe bisa berkembang dengan sehat dan tidak gagal panen.

Leave a Reply