Cara Menanam Wortel

Cara Menanam Wortel Mulai Dari Pembibitan Hingga Pasca Panen

Cara menanam wortel | Wortel adalah tumbuhan yang kaya vitamin A ini banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Tumbuhan ini biasanya tumbuh di daerah pegunungan, seperti halnya kol/kubis teman wortel yang biasa dibuat sayur sop, hehe. Tanaman wortel sepertinya hanya mampu tumbuh baik di dataran tinggi saja.

Cuaca yang dibutuhkan oleh wortel untuk tumbuh normal adalah dingin, dengan suhu sekitar 15-21 °C. Bagian umbi pada wortelah yang sering kita konsumsi.  Pada cuaca terlalu dingin, umbi yang dihasilkan sering kali kecil dan memanjang, sebaliknya pada cuaca yang terlalu panas umbi yang dihasilkan akan kecil atau abnormal.

Cara menanam wortel terbaik memang menggunakan media tanah gembur, subur, banyak humusnya, dan pengairan tidak menggenang alias lancar. Tanah sebagai media tanam wortel adalah jenis tanah andosol, yang terdapat pada dataran tinggi. Tingkat keasaman tanah yang dibutuhkan untuk tanaman wortel berkisar antara 5,5-6,5. Jika pH tanah kurang dari 5,0, maka tanaman wortel tidak dapat membentuk umbi.

Proses Cara Menanam Wortel Terbaik

Pembibitan Wortel
Pembibitan Wortel

1. Pembibitan Wortel

  • Pilihlah bibit wortel dengan kualitas unggul. Bibit wortel harus dari varietas yang berumur pendek, memiliki daya produksi yang tinggi, dan bentuknya seragam. Bibit yang baik tersebut dapat dibeli di toko pertanian. Namun, Anda juga bisa membuat bibit wortel sendiri dengan cara sebagai berikut :
  • Bibit wortel yang digunakan untuk cara menanam wortel terbaik berusia sekitar 3 bulan. Cabut wortel tersebut dan perhatikan umbinya. Jika umbi tersebut berbentuk normal(tidak cacat), berwarna kuning/jingga, serta memiliki kulit yang halus dan mengkilat, maka umbi tersebut memenuhi syarat untuk dijadikan pohon induk.
  • Pngkas tangkai daun beserta daunnya yang melekat pada umbi dan sisakan +/- 10 cm. Potong ujung umbi sekitar sepertiga bagian.
  • Siapkan media untuk pembibitan wortel dengan membuat bedengan-bedengan yang diolah dengan sempurna termasuk diberi pupuk kandang yang optimal dalam arti pupuk kompos yang telah terurai. Lalu buatlah lubang tanam dengan jarak tanam 40-60 cm x 40-60 cm
  • Tanamlah umbi pada lubang tersebut dan padatkan tanahnya perlahan-lahan sampai pada bagian leher batang. Di sepanjang barisan tanaman umbi, buatlah alur-alur dangkal sejauh ± 5 cm dari batang.
  • Berikan pupuk buatan dari campuran ZA+SP+KCL (1:2:2) sebanyak 10 gram untuk setiap tanaman, dan tutuplah pupuk tersebut dengan tanah tipis.
  • Pelihara bibit wortel hingga menghasilkan tangkai buah dan biji berjumlah banyak atau kurang lebih selama 3 bulan. Petik wortel yang sudah kering/ tua, dan jemur sampai kering untuk diambil biji-bijinya.
  • Langkah terakhir, benih wortel yang diperoleh dari proses persemaian tersebut kemudian digosok-gosok dengan kedua belah telapak tangan agar antara benih yang satu dengan yang lain tidak saling berlekatan. Benih kemudian direndam dalam air dingin atau air hangat (60o C) selama 15 menit untuk mempercepat proses perkecambahan. Tiriskan benih dalam wadah hingga cukup kering, dan benih wortel siap untuk ditanam.

2. Pengolahan Media Tanam

Pengolahan media atau lahan untuk cara menanam wortel terbaik adalah sebagai berikut :

  • Cangkullah tanah sedalam +/-40 cm. Tanah yang sudah dicangkul tersebut kemudian diberi kompos atau pupuk kandang sebanyak 15 ton untuk setiap hektar lahan, dan diratakan serta dibuat alur sedalam +/- 1 cm dengan jarak antara alur 15-20 cm.
  • Lakukan pencangkulan kedua kali agar struktur tanah semakin bertambah gembur. Setelah itu, buatlah bedengan-bedengan berukuran lebar 120-150 cm, tinggi 30-40 cm, panjang tergantung kondisi lahan,.dan jarak antar bedengan 50-60 cm.
  • Untuk cara menanam wortel terbaik di media tanam atau tanah dengan PH di bawah 5, maka lakukan pengapuran dengan menaburkan bahan kapur seperti Dolomit, Calcit, atau Zeagro pada lahan secara merata. Dosis kapur yang diperlukan berkisar antara 0,75-10,24 ton per hektar lahan. Kapur yang telah disebarkan tersebut kemudian dicampur dengan lapisan tanah bagian atas (top soil) dan dibolak-balik hingga merata. Setelah dilakukan pengapuran, untuk tanah yang masih subur atau tanah yang habis dipakai menanam kubis atau kentang, langkah selanjutnya adalah meratakan permukaan bedengan. Namun untuk tanah yang tidak subur, harus terlebih dahulu diberi pupuk kandang matang sebanyak 15-20 ton/ha dan dicampur dengan lapisan tanah atas sebelum permukaan bedengan diratakan.

3. Teknik cara menanam wortel terbaik

teknik menanam wortel
teknik menanam wortel
  • Benih wortel siap untuk ditaburkan pada bedengan (media tanam di atas) mengikuti alur /garitan yang tersedia. Benih wortel yang baru disebar tersebut kemudian ditutup dengan tanah tipis sedalam 0,5-1 cm. Buat pula garitan- garitan dangkal sejauh +/- 5 cm dari tempat benih guna meletakkan pupuk dasar. Pupuk yang diberikan merupakan campuran ± 400 kg TSP dengan ±150 kg KCl. Sebar dengan merata pupuk tersebut dan tutup dengan tanah tipis.
  • Guna mencegah agar benih wortel tidak hanyut terbawa air, tutuplah tiap alur dengan pelepah daun pisang atau dedaunan kering selama 7-10 hari. Penutupan ini juga berfungsi untuk menjaga kestabilan kelembaban tanah. Penutup baru dapat dibuka setelah benih wortel menyembul dari permukaan tanah.

4. Pemeliharaan Tanaman dengan cara menanam wortel Berikut tahapnya

perawatan tanaman wortel
perawatan tanaman wortel
  • Ketika tanaman wortel berumur 1 bulan setelah tanam, lakukanlah penjarangan agar tanaman wortel dapat cepat tumbuh dan subur serta memberi hasil yang tinggi. Bersamaan dengan penjarangan, lakukan pula penyiangan terhadap gulma yang tumbuh di lahan tanam, agar tanaman wortel tidak tersaingi dalam memperoleh unsur hara, sinar matahari maupun kebutuhan air.
  • Tahap pemeliharaan cara menanam wortel terbaik kemudian adalah pemberian pupuk susulan bersamaan dengan kegiatan penjarangan dan penyiangan, yakni pada saat tanaman wortel berumur 1 bulan. Pupuk susulan tersebut berupa urea atau ZA dengan dosis 100 kg urea atau 200 kg ZA untuk setiap hektar lahan. Kegiatan pemupukan dilakukan dengan cara disebarkan secara merata dalam alur atau garitan dangkal, atau dengan dimasukkan ke dalam lubang sejauh 5-10 cm dari batang tanaman wortel, untuk kemudian ditutup kembali dengan tanah dan disiram hingga basah.
  • Tahap pemeliharaan pada masa awal adalah penyiraman harus dilakukan secara berkala 1-2 kali sehari. Jika tanaman wortel sudah tumbuh cukup besar, pengairan dapat dikurangi dengan hanya menjaga agar tanah tidak kekeringan.

5. Panen dan Pasca Panen

panen wortel
panen wortel
  • Pada umur 100-120 hari atau sekitar 3 bulan lebih sedikit, tanaman wortel telah siap dipanen. Ukuran umbi telah mencapai ukuran maksimal namun tidak terlalu tua. Umbi yang dipanen terlalu tua, dapat menyebabkan umbi tersebut menjadi keras, berkatu, dan kualitasnya rendah sehingga tidak laku dijual. Begitu juga dengan panen yang dilakukan terlalu awal, akan menghasilkan umbi berukuran kecil dengan hasil produksi yang rendah.
  • Cara memanen tanaman wortel dilakukan dengan mencabut seluruh tanaman bersama umbinya. Tanaman yang pemeliharaannya baik dapat menghasilkan sekitar 20-30 ton umbi untuk setiap hektar lahan.
  • Selanjutnya kumpulkan hasil panen di tempat strategis yang teduh, atau di letakkan di gudang penyimpanan hasil. Lakukan penyortiran dan penggolongan dengan memisahkan umbi yang cacat, rusak, atau busuk di tempat tersendiri, dan klasifikasikan pula umbi wortel berdasarkan ukuran dan bentuknya.
  • Untuk memudahkan penyimpanan dan pengangkutan pada saat akan dijual, potong sebagian tangkai daun dan sisakan sekitar 15-20 cm. Ikat pula umbi wortel sehingga praktis untuk diangkat atau dibawa.

Kini menanam wortel dapat dilakukan di media air dan lahan pot sebagai alternatif menamam lain. Namun, penjelasan di atas adalah cara menanam wortel terbaik yang telah kami rangkum dari berbagai sumber. Terimakasih karena telah membaca artikel ini. Semoga bermanfaat. Salam.

Leave a Reply