Memanen Rumput Laut

Cara Budidaya Rumput Laut, Tips Mudah Untuk Dapatkan Hasil Melimpah

Budidaya Rumput Laut | Rumput laut atau seaweed adalah salah satu sumber makanan yang berasal dari perairan, bisa dari air laut ataupun air tawar. Ia memiliki kandungan protein, vitamin, mineral, karbohidrat yang cukup tinggi namun tetap rendah lemak. Sering kali ditemukan dalam olahan kue ataupun minuman.

Makanan ini banyak membawa khasiat yang positif seperti menurunkan tekanan darah dan kolesterol, menyembuhkan pembengkakan, mengobati beberapa indikasi penyakit kanker dan yang paling penting sebagai sumber antioksidan dan vitamin C.

Budidaya rumput laut mulai digalakkan belakangan ini, seiring tingginya permintaan pasar atas bahan pangan yang satu ini.

Rumput Laut
Rumput Laut

Budidaya Rumput Laut di Air Tawar

Rumput laut merupakan tumbuhan yang digolongkan ke dalam algae, khususnya macro algae karena ukurannya yang besar sehingga tidak perlu dilihat dari mikroskop.

Tumbuhan ini tidak memiliki akar, batang ataupun daun. Tubuhnya berbentuk seperti akar yang memanjang, biasa disebut thallus. Rumput laut terbagi menjadi 4 jenis sesuai dengan pigmennya.

Rumput laut merah (Rhodophyceae), rumput laut coklat (Phaeophyceae), rumput laut hijau (Chlorophyceae) dan rumput laut biru (Cyanophyceae).

Budidaya rumput laut yang paling banyak adalah yang berasal dari jenis coklat dan merah karena memiliki kandungan hidrokoloid yakni bahan yang berfungsi sebagai pembuat gel dan pengental dalam industri panganan.

Membudidaya Rumput Laut
Membudidaya Rumput Laut

Budidaya rumput laut di air tawar menggunakan jenis atau spesies yang memiliki kemampuan hidup di air dengan kadar garam rendah, biasanya petani menggunakan rumput laut jenis Gracilariasp.

Jenis ini memiliki kemampuan hidup yang baik di air dengan kadar garam rendah yakni 15 – 30 ppt. Di samping itu, rumput laut jenis ini menjadi bahan utama pembuatan agar-agar.

Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam proses budidaya rumput laut. Kelancaran proses budidaya tergantung pada jenis rumput laut yang dibudidayakan dan tempat atau lokasi pembudidayaan.

1. Persiapan Lahan Budidaya

Mengeringkan Tambak
Mengeringkan Tambak

Pada habitat aslinya, rumput laut hidup di perairan laut yang ada terumbu karangnya. Biasanya terletak di sekitar pesisir pantai. Jika Anda hendak melakukan budidaya rumput laut di air tawar, hendaknya Anda membuat ekosistem yang mendukung tumbuhnya rumput laut.

Keuntungan lainnya yang bisa didapatkan bila membudidaya di air tawar atau biasanya dilakukan di tambak, adalah meminimalisir kehilangan bibit rumput laut oleh ombak sehingga pertumbuhannya lebih maksimal.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengosongkan air tambak. Tujuan pengosongan ini adalah untuk mempersiapkan lahan atau media tanam bagi rumput laut. Lakukan pemupukan.

Pupuk yang paling baik adalah pupuk kandang karena unsur hara alaminya. Anda juga dapat menambahkan pupuk kimia tergantung dari kebutuhan unsur hara tanah. Cangkul atau bajak tanahnya agar pupuk tercampur rata pada permukaan, tinggalkan selama 3 hari.

Kemudian semprotkan saponin yaitu sejenis senyawa kimia tertentu yang akan berubah menjadi busa jika terkena air. Saponin akan berubah menjadi busa dan tidak mudah hilang jika dilakukan pengocokan dengan kencang. I

si tambak dengan air hingga setinggi 20cm lalu biarkan selama 3 hari. Buang air tambak dan biarkan mengering. Untuk menjaga kebersihan, buang sampah, kotoran maupun gulma yang sekiranya dapat mengganggu pertumbuhan rumput laut.

2. Penebaran Benih Rumput Laut

Menebar Bibit

Menebar BibitTambak yang telah kering tadi bisa Anda isi dengan air setinggi 10cm. Tebarkan benih yang sudah Anda persiapkan secara merata. Usahakan untuk tidak terlalu rapat atau terlalu longgar.

Hal ini akan mengganggu tumbuh kembang rumput laut. Penebaran bibit pada budidaya rumput laut ini biasanya dilakukan pada sore hari untuk menghindari tingkat stress dari rumput laut yang sedang mencoba menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.

Untuk budidaya rumput laut yang maksimal, Anda membutuhkan 1 ton bibit untuk lahan seluas 1 hektar. Takaran ini merupakan takaran yang pas agar rumput laut bisa tumbuh maksimal.

Jika telah selesai melakukan penebaran, Anda dapat mengisi air tambak hingga setinggi 50cm. Atur salinitas air tambak dengan melakukan pengontrolan sumber air laut dan air tawar.

3. Proses Perawatan Rumput Laut

Tambak Rumput Laut
Tambak Rumput Laut

Sama halnya dengan tumbuhan lainnya, rumput laut juga melakukan proses fotosintesis untuk menghasilkan makanan bagi tubuhnya. Anda harus menjaga unsur hara yang dibutuhkan oleh rumput laut.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan penggantian air tambak sebanyak 1 kali dalam 1 minggu.Lakukan penggantian air tambak ketika air laut surut. Anda juga dapat menambahkan pupuk urea atau natrium melihat dari kondisi rumput lautnya.

Pada masa awal budidaya rumput laut, ketinggian air tambak harus selalu terjaga. Air tambak tidak boleh lebih tinggi dari 60 cm. Jika telah mencapai usia tiga minggu dari pembenihan, rumput laut boleh ditambahkan lagi hingga ketinggian air mencapai 70cm.

Lakukan pemecahan rumput laut yang terlalu bergerumbul, sebarkan ke area tambak yang terlihat jarang.

Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan tambak dari benda-benda atau hewan-hewan lain yang dapat mengganggu pertumbuhannya. Terkadang, hewan seperti keong, ikan, kerang akan memakan rumput laut Anda. Selalu lakukan pengecekan kadar garam pada air tambak Anda.

4. Pemanenan Rumput Laut

Memanen Rumput Laut
Memanen Rumput Laut

Pemecahan rumput laut dapat dilakukan setiap 2 minggu sekali. Hal ini bertujuan untuk memberikan ruang gerak yang maksimal dan agar tidak ada ruang kosong yang tidak termanfaatkan.

Anda dapat memotong rumput laut menjadi 3 atau 4 bagian, lalu gunakan untuk menambal area kosong lainnya. Pemecahan rumput laut hanya dapat dilakukan 2 kali.

Pemanenan dari budidaya rumput laut ini dilakukan ketika usianya telah mencapai 7 atau 8 minggu. Sebenarnya umur panen yang optimal adalah ketika rumput laut berumur 40-45 hari karena kandungan karagenannya sangat tinggi.

Rumput laut yang siap dipanen dapat diambil langsung dari tambak, dipetik pucuknya agar bisa ditanam kembali untuk proses selanjutnya.

Bertani Rumput Laut
Bertani Rumput Laut

Proses budidaya rumput laut selanjutnya setelah pemanenan adalah proses pengemasan dan penyimpanan rumput laut. Proses ini tidak kalah pentingnya demi menjaga keutuhan dan kebaikan gizi yang harus tetap tersimpan dalam rumput laut.

Cara yang paling efisien dan baik untuk mengemas adalah dengan mencetaknya menjadi bentuk kotak-kotak pada dengan isi 5kg dan memasukkannya ke dalam kotak kayu dengan bersirkulasi udara yang baik.

Cara ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam distribusi dan pengolahan selanjutnya. Hal ini juga memungkinkan rumput laut tetap terjaga kebaikannya.

Manfaat Rumput Laut
Manfaat Rumput Laut

Rumput laut merupakan sumber gizi dan serat makanan yang sangat baik untuk tubuh kita. Seperti sedikit yang dijelaskan di atas, rumput laut erat kaitannya dengan penyembuhan beberapa penyakit seperti kanker.

Kandungan serat, selenium, dan seng dalam rumput laut memungkinkan menyebabkan penurunan kadar estrogen yang menjadi sinyalir sebagai pendorong timbulnya kanker.

Selain di sektor makanan, rumput laut juga mulai dilirik oleh industri kecantikan. Rumput laut dikenal sebagai ibu collagen karena kandungan collagennya yang tinggi. Oleh karena tingginya minat akan konsumsi rumput laut,budidaya rumput laut harus semakin ditingkatkan lagi.

Leave a Reply