Cara Budidaya Lada

Cara Budidaya Lada Agar Hasil Maksimal, Ikuti Stepnya!

Cara Budidaya Lada | Lada atau yang lazim dikenal merica termasuk jenis rempah yang menjadi komoditas unggulan di berbagai negara, salah satunya Indonesia.

Cara Budidaya Lada
Cara Budidaya Lada

Sensasinya yang memberikan efek kehangatan sangat cocok digunakan sebagai bumbu di resep andalan nusantara. Selain itu, lada juga berpotensi besar dalam bidang kesehatan dan kecantikan.

Tak jarang banyak pemula yang berhasil menjalankan bisnis di bidang lada, karena permintaan pasarnya yang sangat tinggi hingga bisa diekspor ke luar negeri. Jika Anda tertarik dengan bisnis rempah yang satu ini, berikut dijabarkan cara budidaya lada agar hasil maksimal.

Persiapan Lahan Budidaya Lada

Lahan yang berkualitas merupakan prioritas utama dalam cara menanam lada yang benar. Pasalnya, lahan yang mengandung nutrisi serta lokasi yang mendukung pertumbuhan lada akan menjadikan budidaya rempah ini menghasilkan panen yang besar.

Untuk itu, Anda harus memerhatikan beberapa faktor penting tentang pemilihan lahan lada berikut ini.

Persiapan Lahan Budidaya Lada
Persiapan Lahan Budidaya Lada

1. Syarat Tumbuh Tanaman Lada

Setiap tanaman pasti memiliki syarat tumbuh yang berbeda antara satu tanaman dengan tanaman lainnya. Oleh karena itu, petani lada atau siapapun yang ingin membudidayakannya harus kritis menguasai karakteristik tanaman lada.

Jika pengetahuan ini tidak dikuasai, maka risiko kegagalan akan terjadi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, berikut cara bertani lada jika ditinjau dari syarat tumbuhnya agar hasil panen maksimal.

  • Jenis tanah yang tepat untuk buddidaya lada, yaitu tanah berjenis podsolik, utisol, latosol, dan lateritic. Tanah berjenis ini dipilih karena mengandung unsur hara dan sistem drainase yang baik. Anda juga bisa menggunakan tanah liat berpasir.
  • Pastikan lahan memiliki intensitas cahaya matahari minimal 10 jam per hari.
  • Suhu efektif untuk tanaman lada berkisar 24-35 derajat Celsius.
  • Upayakan tanah memiliki PH dengan besar minimal 5-7 dengan ketinggian lahan berkisar 300-1500 meter di atas permukaan air laut.

2. Sistem Budidaya Lada

Cara budidaya lada yang tepat juga harus memerhatikan sistemnya. Sistem pembudidayaan yang disarankan berupa sistem tumpang sari karena tanaman lada.

Alasan dipilihnya sistem tumpang sari karena tanaman lada harus memiliki naungan sekitar 25-50% dengan ditanam di sela-sela perkebunan jenis lain, yaitu mangga, sengon, kelapa, cengkeh, dan jagung.

Budidaya lada dengan sistem tumpang sari juga sering dikenal dengan teknik polykulturyang memiliki berbagai keuntungan, yaitu meminimalisasi risiko kegagalan tanaman akibat pengaruh lingkungan, menambah penghasilan petani lada, dan bisa meningkatkan efektivitas pemakaian lahan.

Jika dibandingkan dengan sistem monokultor, teknik ini terbukti mampu mengurangi risiko kematian tanaman lada. Selain itu, residu dari berbagai tanaman semusim yang telah dipanen akan berfungsi sebagai sumber organik yang bisa menyediakan zat hari bagi tanaman lada.

Dari segi sistem perakarannya , tanaman lada memiliki tekstur dangkal dan sedikit sehingga berpotensi kurang tahan terhadap intensitas matahari penuh. Kedalaman akarnya sendiri mencapai 0-50 cm dengan tingkat persentase 63,8% diukur dari kedangkalannya.

Karena faktor tersebut, upayakan menghindari cara budidaya lada secara monokultur sebab harus menanam pohon terlebih dahulu sebagai pelindung.

Budidaya Lada
Budidaya Lada

3. Prosedur Budidaya Lahan Lada

Prosedur penggunaan lahan juga menjadi pertimbangan utama dalam cara budidaya tanaman lada. Sebaiknya, Anda mempersiapkan lahan lada ketika musim kemarau sehingga penanaman dapat dilakukan saat memasuki musim hujan.

Pertama-tama, Anda bisa membersihkan lahan, pengajiran lahan dengan jarak tanam 1,5 m x 1,5 m atau 1,5 m x 2m, kemudian buatlah lubang kedalaman tanam sebesar 35cm x 35cm x 35 cm.

Saat akan masuk ke musim penghujan, tutuplah lubang tanam tersebut dengan campuran tanah atas dan pupuk kandang sebanyak 5-10 kg/lubang tanam yang nantinya akan membentuk gundukan dengan ketinggian kurang lebih 20 cm. Tambahkan pula dolomite 0,5kg/lubang tanam sesuai keperluan.

Proses Pembibitan Budidaya Lada

Bibit Lada
Bibit Lada

Setelah menyiapkan lahan, selanjutnya dalam cara budidaya lada adalah pembibitan. Sebaiknya pilihlah jenis lada yang kemurniannya terjamin yang diambil dari pohon induk yang sehat untuk mengantisipasi terjadinya penyakit maupun hama yang akan diderita tanaman lada.

Anda dapat mengambil lada dari pohon induknya ketika sudah berumur 10-3 tahun. Selanjutnya, tanamlah bibit lada unggulan ke dalam lahan tanam secara tumpang sari.

Pertama-tama buatlah jarak tanam dengan ukuran 2×2 meter, kemudian buatlah lubang tanam dengan tingkat kedalaman 50cm yang bagian atasnya berukuran 40 x 35 cm, sedangkan bagian bawahnya 40 x 15 cm.

setelah selesai dibuat, tunggu sampai dua minggu. Upayakan saat menanam dilakukan ketika musim penghujan supaya bibit baru terhindar dari paparan cahaya matahari.

Waktu ideal penanaman bibit, yaitu pagi atau sore hari. Lakukan penyiraman dan tambahkan juga pupuk kompos dengan dosis 100 gram.

Perawatan Tanaman Lada

Perawatan Lada
Perawatan Lada

Perawatan tanaman merupakan hal wajib yang tidak boleh dilupakan dalambudidaya tanaman lada yang benar. Perkembangan lada akan optimal jika diberikan perawatan secara intensif. Langkah-langkah perawatan tanaman lada yang tepat dijabarkan sebagai berikut.

1. Pengairan dan Pemupukan

Pengairan dan pemupukan pasti selalu ada untuk cara budidaya lada. Jika ditinjau dari tahapan pengairan, waktu ideal yang tepat, yaitu pada awal masa tanam guna mengantisipasi tanaman agar tidak dehidrasi.

Apabila tanaman sudah besar, lakukan penyiraman sesekali, terutamajika cuaca sedang panas. Untuk tahapan pemupukan, berilah pupuk dengan menambahkan nutrisi lagi ke tanah tanaman lada sebanyak 5-10 kg/lubang tanam.

Lakukan pemupukan 6 bulan sekali. Pupuk yang direkomendasikan, yaitu pupuk kandang atau pupuk kompos.

2. Pemasangan Rambatan dan Penyiangan

Cara budidaya lada juga meliputi pemasangan rambatan dan penyiangan. Pemasangan rambatan sendiri berfungsi untuk mendukung pertumbuhan lada agar rapi, serta mengikuti rambatan.

Selain itu, rambatan bertujuan agar tanaman mampu berkembang optimal dan memproduksi buah.  Untuk menjaga tanaman sehat dan rapi, lakukan penyiangan untuk menghilangkan gulma yang biasanya muncul di sekitar tanaman.

Pertumbuhan gulma yang dibiarkan akan berdampak pada terganggunya proses penyerapan nutrisi tanaman. Penyiangan dilakukan secara intensif sebulan sekali. Untuk tanaman gulma yang membandel, cabutlah dengan menggunakan cangkul atau sabit.

3. Perempelan

Kegunaan perempelan, yaitu memberikan relaksasi cangan atau ranting di dahan tanaman lada. Upayakan buang bagian tanaman yang sudah layu dan singkirkan jika ada yang terkena hama atau penyakit.

Jika dibiarkan, pertumbuhan tanaman akan terganggu. Selain itu, melakukan perempelan juga berupaya untuk mencegah penularan penyakit yang dapat tersebar di tanaman lada.

Pemanenan Lada

Memanen Lada
Memanen Lada

Tanaman lada akan bereproduksi ketika tanaman telah berusia dua tahun, selanjutnya panen sudah bisa dilakukan setiap tahun saat tanaman berusia lebih dari 10 tahun tergantung dari perawatan dan varietasnya.

Saat panen pertama, pada umumnya lada akan menghasilkan kurang lebih 200 g lada kering/tanaman. Pada panen berikutnya, hasil akan meningkat kurang lebih 300 gr lada kering/tanaman.

Karakteristik tanaman lada yang siap panen, yaitu tangkai biji atau buahnya sudah tampak menguning dan warna buahnya kuning kemerahan.

Untuk cara memanennya, Anda bisa melakukannya dengan mematahkan tangkai buah yang ada di ketiak dahan dengan tangan. Setelah melakukan cara budidaya lada yang benar, maka tanaman bisa dipanen terus hingga mencapai usia produktif 8-15 tahun.

Cara Menanam Lada
Cara Menanam Lada

Demikian informasi tentang cara budidaya lada agar hasil maksimalyang bisa Anda terapkan. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut akan menghindari risiko kegagalan panen. Selamat menanam.

Leave a Reply