Serutan Kayu

Jenis dan Cara Membuat Media Tanam Anggrek

Media Tanam Anggrek | Bunga anggrek merupakan tanaman hias yang sangat diminati oleh masyarakat. Bentuk dan warna bunga yang menarik menjadi daya tarik utamanya.

Untuk menanam anggrek dan merawatnya memang butuh pengetahuan terutama pada media tanamnya. Beberapa media tanam anggrek bisa Anda baca pada ulasan dibawah ini.

Media Tanam Anggrek
Media Tanam Anggrek

Jenis-Jenis Media Tanam Anggrek dan Cara Membuatnya

Hal pertama yang perlu dilakukan sebelum menanam bunga anggrek adalah menyiapkan media tanamnya. Setiap bunga anggrek memiliki jenis dan karakter yang berbeda-beda sehingga media tanamnya juga harus disesuaikan.

Terutama untuk masalah asupan air dan kandungan unsur hara yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan anggrek. Ada bermacam-macam media tanam yang bisa diaplikasikan untuk menanam anggrek seperti yang disebutkan dibawah ini.

1. Arang Kayu

Arang kayu
Arang kayu

Arang kayu merupakan media tanam anggrek yang cukup sering digunakan. Kelebihan arang sebagai media tanam adalah kemampuannya dalam mengikat air yang cukup baik.

Selain itu, arang tidak mudah lapuk dan sulit ditumbuhi cendawan dan bakteri. Kalaupun dalam penggunaannya Anda tidak sengaja memberikan pupuk dalam dosis berlebihan, arang kayu masih bisa mentolerirnya.

Arang bisa menjadi pilihan Anda yang ingin menanam anggrek di daerah dengan tingkat kelembapan tinggi.

Cara menggunakan arang kayu sebagai media tanam adalah dengan memotongnya kecil-kecil sesuai luas pot yang digunakan. Buatlah tiang penyangga agar anggrek tidak bergerak ketika disiram.

Tiang penyangga bisa dilepas ketika akar sudah menempel sempurna pada pot. Masukkan pecahan genteng atau batu bata serta arang dengan takaran masing-masing sepertiga tinggi pot.

Selanjutnya masukkan anggrek secara merata dan ikat batangnya pada tiang penyangga. Terakhir Anda bisa menaruh arang pada sisa ruang pot.

Dikarenakan unsur haranya yang rendah maka untuk perawatannya juga lebih ekstra terutama pada penyiraman dan pemupukan.

2. Sabut Kelapa

Sabut Kelapa

Sabut KelapaDiantara media tanam anggrek lainnya mungkin sabut kelapa merupakan salah satu yang paling baik. Kemampuannya dalam menyimpan air sangat baik serta mengandung berbagai macam unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh anggrek.

Hanya saja sabut kelapa mudah lapuk dan busuk sehingga perlu diganti secara rutin agar tanaman tidak terjangkit penyakit.

Untuk menggunakan sabut kelapa sebagai media tanam sebaiknya dipilih dari kelapa yang sudah tua. Lakukan perendaman sabut sebanyak 2 kali, pertama menggunakan air, kemudian ganti memakai larutan fungisida.

Selanjutnya keringkan hingga media sabut tidak terlalu basah maupun kering. Kemudian taruhlah arang kayu di bagian dasar pot. Lilitkan sabuk pada akar bibit anggrek dan masukkan ke dalam pot.

Biarkan selama 1 minggu tanpa penyiraman. Untuk pemupukannya bisa dilakukan setelah berumur 1 bulan dari waktu menanam.

Lakukan penggantian media tanam anggrek dari sabut kelapa kira-kira 4-6 bulan sekali tergantung dari tingkat pelapukan dan pembusukannya.

3. Serutan Kayu

Serutan Kayu
Serutan Kayu

Selain arang, serutan kayu juga merupakan media tanam yang sering dipakai untuk jenis anggrek terestrial atau bunga anggrek tanah. Serutan kayu memiliki sistem drainase yang baik meskipun untuk daya serap airnya masih kurang.

Selain itu ketersediaan unsur hara nitrogen juga terbatas. Keuntungannya adalah serutan kayu sangat awet berkat kandungan senyawa yang sulit terurai.

Sebelum digunakan untuk menjadi meda tanam anggrek serutan kayu akan direndam terlebih dahulu dalam campuran pupuk urea dan TSP. Jika ingin terhindar dari serangan hama dan penyakit Anda bisa menambahkannya dengan pestisida saat direndam.

Untuk menyimpannya juga sangat mudah, tinggal masukkan ke dalam karung dan menaruhnya di tempat yang kering.

Cara menggunakan serutan kayu sebagai media tanam sebenarnya cukup mudah. Haluskan limbah-limbah kayu sampai benar-benar halus agar air lebih mudah meresap. Kemudian masukkan serutan kayu tersebut ke dalam pot.

Campurkan tanah dan kompos sebagai unsur penyubur untuk anggrek. Terakhir masukkan bibit anggrek ke dalam pot dengan cara menanamnya pada bagian tengahnya.

4. Pecahan Genteng dan Batu Bata

Batu Bata

Batu BataPecahan genteng dan batu bata juga cocok dijadikan sebagai media tanam anggrek. Biasanya pecahan genteng dan batu bata akan diletakkan pada bagian dasar pot.

Hal ini dimaksudkan agar akar tanaman dapat menempel pada media tersebut. Penggunaan pecahan genteng dan batu bata sangat efektif untuk menjaga kelembapan area akar.

Media tanam jenis ini mampu menampung asupan air dan unsur hara yang diperlukan bunga anggrek. Namun, karena mudah ditumbuhi oleh lumut sebaiknya Anda selalu menggantinya secara rutin dan sesegera mungkin.

Menggunakan pecahan genteng atau batu bata sebagai media tanam hanya perlu menempatkannya pada bagian dasar pot sampai 1/3 dari tingginya.

5. Moss Kadaka

Moss kadaka
Moss kadaka

Kadaka merupakan sejenis tanaman paku-pakuan yang memiliki bentuk mirip dengan rumput. Kadaka bisa Anda temui pada pohon-pohon besar yang berada di hutan.

Alasan kadaka menjadi salah satu media tanam anggrek adalah tingginya kandungan unsur hara yang dimiliki saat mengalami proses pelapukan.

Kadaka memiliki sifat mengatur kelembapan sehingga membuatnya sangat awet ketika dipakai untuk media tanam. Sebelum digunakan, kadaka sebaiknya direndam dalam larutan fungisida sebelum dimasukkan ke dalam karung dan menyimpannya di tempat kering.

Langkah pertama menggunakan kadaka sebagai media tanam anggrek adalah memotong bagian lempengnya sesuai dengan kebutuhan anggrek. Selanjutnya rebus selama 25 menit agar getah dan hama yang terdapat pada kadaka hilang.

Kemudian jemurlah sampai benar-benar kering. Setelah itu siapkan papan pakis atau kayu kopi untuk menutup bagian akarnya. Semprot anggrek menggunakan larutan alba agar terhindar dari stres dan mempercepat pertumbuhan akarnya.

6. Pakis

Pakis Cacah
Pakis Cacah

Pakis memiliki daya ikat air serta drainase yang sangat baik. Selain itu pakis juga tidak mudah lapuk. Kelebihan lainnya adalah banyaknya kandungan unsur hara yang dimiliki serta memiliki rongga-rongga yang sangat baik untuk proses aerasi.

Inilah yang membuat pakis menjadi media tanam paling populer untuk anggrek. Hanya saja pakis cukup sulit didapatkan karena ketersediaannya yang terbatas. Selain itu belum banyak orang yang membudidayakan pakis.

Penggunaan pakis sebagai media tanam anggrek bisa bermacam-macam mulai dari cacahan, lempengan, atau potongan tergantung ukuran tanamannya.

Misalkan anggrek yang akan ditanam adalah bibit baru maka disarankan memakai pakis dengan cacahan halus. Selain itu ukuran cacahan atau potongan disesuaikan dengan ukuran pot. Untuk tanaman remaja hingga dewasa bisa menggunakan pakis lempengan.

Sebelum digunakan, lebih baik pakis direndam dalam larutan pupuk NPK. Setelah itu potong-potong pakis dengan ukuran yang tidak terlalu halus untuk menjaga kelembapannya saat digunakan.

Bunga Aggrek
Bunga Aggrek

Anda bisa merendamnya dalam larutan fungisida agar terhindar dari inokulum yang kadang menyerangnya. Selain itu Anda juga bisa merendamnya dalam larutan insektisida agar terhindar dari hama dan serangga.

Itu tadi macam-macam alternatif media tanam anggrek yang bisa Anda coba di rumah. Selain bahan-bahannya mudah didapatkan cara pembuatannya juga mudah. Agar mendapatkan anggrek dengan bunga yang cantik dan sehat akan ditentukan oleh cara Anda merawatnya.

Leave a Reply