Panen Belut

Cara Budidaya Belut Mudah yang Bisa Dicoba Oleh Pemula

Cara Budidaya Belut | Pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan hewan yang satu ini, belut. Belut dikenal sebagai hewan air yang bisa dikonsumsi. Sudah banyak ragam masakan dengan bahan utama belut yang menggugah selera.

Karena kandungan gizi yang tinggi, tidak heran jika banyak peminat belut. Maka dari itu, tidak heran jika budidaya belut bisa dijadikan sebuah bisnis.

Perlu diketahui bahwa cara budidaya belut tidaklah sulit. Para pemula akan bisa menerapkannya tanpa menemui kesulitan yang berarti. Simaklah ulasan lengkapnya berikut.

Budidaya Belut
Budidaya Belut

Cara Pembibitan Belut

Pada dasarnya, pembibitan dalam budidaya belut mudah untuk dilakukan. Anda hanya perlu mencermati apa saja yang dibutuhkan supaya mendapatkan hasil yang diinginkan.

Perlu Anda ketahui jika bibit yang berkualitas akan menghasilkan belut yang berkualitas pula. Karenanya mencari bibit unggul merupakan langkah awal untuk memulai budidaya belut. Sejumlah ciri-ciri yang bisa dilihat supaya mendapatkan bibit yang baik yakni:

Bibit Belut
Bibit Belut
  1. Ukuran bibit yang seragam akan memudahkan Anda untuk menentukan umur dan juga memeliharanya. Sebagai tambahan, penyeragaman ukuran dilakukan agar mendapatkan ukuran belut dewasa yang seragam pula. Hal tersebut bisa mencegah terjadinya aksi saling memakan antarbelut. Untuk ukurannya sendiri, 10 hingga 12 cm adalah ukuran yang bisa dipilih.
  2. Langkah beternak belut selanjutnya pada tahap ini yakni memastikan jika bibit belut tidak memiliki luka dan juga terhindar dari penyakit. Hal ini untuk mencegah tertularnya bibit yang lain, terlebih lagi terkait dengan bibit yang berpenyakit.
  3. Pilihlah bibit yang lincah. Seperti yang sudah diketahui, belut memang dikenal lincah dan jarang berdiam diri. Saat dipegang pun mereka akan berusaha melarikan diri. Hal lain yang bisa dilihat adalah lemas tidaknya bibit-bibit yang akan dipilih. Ada baiknya untuk mendapatkan bibit yang tidak lemas.
Memilah Bibit
Memilah Bibit

Selain yang telah disebutkan di atas, cobalah untuk menyortir bibit belut setiap 3 minggu sekali. Anda bisa melihat bagaimana pertumbuhan para bibit dan memisahkan jika terdapat bibit yang tumbuh berbeda dari lainnya dilihat dari ukuran. perlu diketahui pada cara budidaya belut, belut yang berukuran lebih besar biasanya akan lebih mendominasi. Hal tersebut bisa mengakibatkan belut yang besar akan semakin besar dan yang berukuran kecil akan mengalami pertumbuhan yang lambat.

Cara Pembesaran Belut

Pembesaran belut membutuhkan perhatian supaya bibit belut bisa tumbuh dengan baik. Maka dari itu, pembuatan media pembesaran belut ini juga penting untuk diketahui. Bisa dibilang, media ini menjadi salah satu faktor kesuksesan budidaya belut.

Cara pemeliharaan belut pada tahap ini memerlukan bahan-bahan seperti air bersih, lumpur sawah, pupuk kompos, gedebog pisang atau jerami, dan mikroorganisme starter. Berikut ini cara membuat media pembesaran.

Pembesaran Belut
Pembesaran Belut
  1. Anda bisa membuatnya dalam drum. Hal yang dilakukan pertama adalah membuat fermentasi gedebog pisang dan jerami.
  2. Buatlah dalam 3 lapisan dengan ketebalan 10 cm untuk masing-masing lapisan dengan urutan: jerami, gedebog pisang, dan jerami. Diamkan selama 1 bulan kurang lebihnya hingga lapisan tersebut hancur.
  3. Setelahnya, campurkan pupuk kompos dengan ketebalan 30 cm.
  4. Masukkan lumpur sawah dengan ketebalan 10-15 cm.
  5. Serta masukkan juga mikroorganisme starter. Untuk informasi, bahan yang satu ini bisa didapatkan di toko pertanian.
  6. Tambahkan air bersih hingga air memiliki tinggi 5 cm di atar lumpur. Jangan menambahkan air terlalu banyak sehingga menjadi tinggi supaya belut bisa dengan mudah mengambil oksigen ke permukaan.
  7. Media yang siap digunakan sudah didiamkan selama 15 sampai 20 hari.

Media untuk pembesaran ikan belutmemang butuh didiamkan dahulu. Ciri-ciri yang menunjukkan media sudah siap digunakan yakni baunya yang sudah tidak menyengat lagi, lumpurnya sudah halus.

Halus tersebut maksudnya sudah tidak kasar seperti sebelumnya. Lalu, sudah bisa dilihat banyak binatang berukuran kecil, serta tidak ada lagi halangan antara dasar dan permukaan air.

Kolam Belut

Kolam Untuk Belut
Kolam Untuk Belut

Terdapat sejumlah tempat ternak belut yang bisa dipilih sesuai dengan apa yang dimiliki. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka dari itu, ketahuilah sejumlah sarana budidaya hewan licin yang satu ini.

  1. Bak Fiber

Bak fiber bisa digunakan sebagai sarana dalam cara budidaya belut. Jika Anda tertarik untuk menggunakan tempat ternak yang satu ini, Anda perlu merogoh kocek yang cukup dalam.

  1. Bak Semen

Karena terbuat dari semen, kolam yang satu ini tentu saja merupakan sarana yang permanen. Seperti yang sudah bisa dibayangkan, biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit.

Sebagai tambahan, Anda harus mempunyai lahan tersendiri untuk membuatnya. Jika Anda membuat bak semen, jangan lupa untuk memikirkan sistem centerdrain dan juga sistem untuk pembuangan kotoran.

  1. Kolam terpal

Kolam terpal menjadi salah satu alternatif pilihan yang bisa digunakan. Untuk ukurannya sendiri, bisa disesuaikan dengan banyaknya belut yang akan dibudidayakan.

Sebagai sedikit gambaran, setiap meter persegi diperuntukkan bagi 50 hingga 100 ekor. Yang perlu diperhatikan dari media ini yakni perlunya mengganti air dengan yang baru secara berkala.

  1. Drum atau tong

Drum atau tong yang sudah tidak terpakai bisa dimanfaatkan menjadi tempat untuk beternak belut. Untuk cara budidaya belut dengan drum atau tong ini, Anda perlu membuat lubang memanjang pada sebuah sisi dan tempatkan pada tempat yang datar.

Lalu, jangan lupa untuk memberi ganjalan, serta memberikan peneduh yang bisa melindung belit dari sinar matahari.

Cara Pemberian Pakan Belut

Pakan Belut
Pakan Belut

Cara budidaya belut yang tidak kalah penting dari semua hal yang sudah dijelaskan di atas adalah pemberian pakan. Pakan digunakan untuk membesarkan belut sesuai dengan yang diharapkan.

Untuk takaran, berikan pakan sebanyak 5 sampai 20% dihitung dari bobot tubuh belut dan berikan setiap harinya. Lama-kelamaan, Anda akan bisa mengira-ira seberapa banyak takaran yang diperlukan dan mengetahui apakah belut masih membutuhkan pakan atau tidak.

Yang tidak boleh dilupakan adalah fakta bahwa belut merupakan kanibal yang berarti hewan ini bisa memakan sesamanya. Maka dari itu, pakan untuk belut harus selalu mencukupi.

Sore hari adalah waktu yang tepat untuk menebar pakan. Apa saja pakan yang dibutuhkan dalam prosesbudidaya belut? Terdapat ulat hongkong, cacing lumbricus, cacing merah, cacing lor, kecebong, ikan cithol, ikan cere, dan lainnya.

Cara Panen Belut

Panen Belut
Panen Belut

Dalam cara budidaya belut, masa panen belut berada di antara 3 dan 4 bulan dari mulanya. Belut yang berukuran selama itu umumnya merupakan belut untuk dikonsumsi.

Jika Anda juga menargetkan ekspor, peliharalah lebih lama lagi karena biasanya belut yang lebih besar adalah yang diinginkan. Untuk mendapatkannya, pelihara belut hingga 6 bulan. Sebagai tambahan, terdapat panen total dan panen sebagian.

Demikianlah cara budidaya belut yang terbagi dalam beberapa tahap. Seperti yang dilihat, membudidayakan belut merupakan peluang bisnis yang bagus. Terdapat pula pasar internasional untuk memasarkan belut dan hal ini layak untuk dicoba.

Leave a Reply